SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

23 December 2009

Rejeki saya, derita toko buku

23 December 2009 capcai bakar



Hari itu saya baru selesai menjalani serangkaian tes kerja, butuh refresing. Maka berlari-lah saya dan si kekasih hati ke Gramedia. Ga niat blanja blanja sih. Walau Gramedia diskon gila-gilaan. Dompet sedang tidak bersahabat.

Sambil ngeliatin buku-buku saya terus berdoa..semoga bisa segera bekerja dan dapat membeli buku-buku ini dengan riang.Haha.

Nah.. singkat cerita sampailah kita di bagian novel -yang tidak diskon-, tiba-tiba si kekasih hati menunjukan buku Naked Traveler yang harganya cuma Rp 19.500 saja. Padahal harga aslinya 40rb-an gitu. Selidik punya selidik ternyata pihak Gramedia salah memberi label barcode pada bukunya Trinity ini.

Label yang berharga 19.500 adalah label untuk buku "Mengenal buah-buahan"

dan ternyata ga cuma satu eksemplar dong yang salah begini.. ada banyak sepertinya.

Ini adalah kejadian kedua kali kita menemukan buku beda harga pada rak yang sama. Sebelumnya kita juga pernah nemuin satu eksemplar buku "Peterpan and the shadow thiefs" di Toga Mas. Waktu itu cuma satu eksemplar yang harganya lebih murah daripada yang lain. Bukan salah ngasih label seperti Buku Naked Traveler ini, labelnya sih sama. Harganya aja yang beda. Kita juga ga tau kenapa.

Trus kita beli ga?

Ya dibeli dong.. haha.

Saya sih mikirnya royalti buku itu tetap ke Trinity kan? soalnya stok yang abis kan stok buku Naked Traveler, bukan buku Mengenal Buah-buahan. Eh benar kan? Lagian cuma beli satu kog.. ga semua yang 19.500 dibeli.

Iya deh..ntar klo ke gramedia lagi saya bilangi ke petugasnya...JANJI!

22 December 2009

saya setuju sama mbak dee kalau Luna Maya bukan Kopaja bukan juga telepon umum, apalagi AC. Luna bukan barang milik umum yang bisa dikontrol penggemarnya. Luna itu manusia, yang bisa menangis, tertawa, marah, dan khilaf. Sehingga kemarahannya (yang berkali-kali) kepada infotaiment wajar adanya. Dan manusiawi pula jika ia mengumpat-ngumpat di Twitter. Yang seperti Luna bukan satu.. tapi ratusan.

Tapi saya jauh lebih setuju sama ndoro kakung bahwa twittermu harimaumu. Bahwa kita harus menyadari kalau twitter, blog, facebook dan situs-situs jejaring sosial lainnya adalah ruang publik. Disitu kita berinteraksi dengan manusia lain, bukan dengan layar komputer (atau BB). Sehingga sopan santun juga harus dijaga.

Terlepas dari apa pun pemicunya, seseorang yang menuliskan sumpah serapah sebagai status di Twitter terkesan sebagai orang yang tak mampu menahan diri ketika tampil di ruang publik. Mereka dengan enteng menjadikan media sosial sebagai tempat penampung kekesalan, kemarahan, kebencian, pemiliknya.

Para pengumpat itu seperti tak memiliki beban moral dan asal melontarkan pelbagai bentuk sumpah serapah. Tak jarang ada yang menjadikannya sebagai ruang untuk menjelek-jelekkan orang lain. Orang-orang yang termasuk golongan ini sepertinya tak sadar bahwa Twitter itu ruang publik. Statusnya bisa dibaca oleh khalayak dan kemungkinan menyinggung perasaan orang.

Saya setuju pendapat Pitra, marah atau kesal itu memang manusiawai dan merupakan hak setiap orang. Ia juga memerlukan pelampiasan. Tapi pelampiasan kekesalan bisa memicu masalah seandainya dilempar ke ranah publik. Reputasi yang bersangkutan bisa hancur, begitu juga nama baik keluarga, sahabat, rekan kerja, dan orang-orang terdekat lainnya. Jeratan hukum pun bukan tak mungkin telah menunggu di depan mata. (ndorokakung)

Saya rasa setiap orang pernah menjadikan blog sebagai tempat membuang kekesalan. Saya juga. Pada blog pertama saya, setiap saya kesal dengan si kekasih hati belahan jiwa, saya pasti ngomel-ngomel di situ. Tidak menyadari bahwa semua orang bisa membacanya.

Anggaplah yang baca pro saya, maka dia akan membenci kekasih hati belahan jiwa saya berdasarkan laporan yang dibuat dengan (sangat-sangat) emosi itu. Bahkan mungkin dia akan lebih membenci si kekasih hati belahan jiwa daripada saya. Karena toh saat kesal saya menghilang, saya jadi cinta lagi sama dia. Semua kesal itu terlupakan.

Sebaliknya, kalau yang baca ga setuju sama saya.. dia kan jadi memandang saya sebagai orang yang pemarah. Masalah kecil saja ditanggapi dengan emosi jiwa berlebih. Padahal.. saya tidak seperti itu loh. Saya itu baik dan cantik. Cuma saya lagi kesal jadi marah-marah dan mengeluarkan tanduk setan.

Kesan kalau si kekasih hati buruk perilakunya atau saya pemarah itu yang susah dihilangkan dari pikiran pembaca.

Percaya deh kalau saya bilang kesan itu susah dihilangkan.

Dulu saya pernah melihat teman saya dibentak-bentak pacarnya di depan umum. Mereka sih sampai sekarang masih awet-awet saja. Tapi setiap kali mengingat mereka, yang terlintas pertama kali adalah adegan bentak-bentak di depan umum itu. Si teman kesannya menerima saja diperlakukan seperti itu dan pacarnya kog ga tau diri banget, marah-marah padahal jelas-jelas persoalannya bukan salah si teman.

Maka saya lalu memutuskan untuk memulai lembaran baru di blog ini. Mengurangi marah dan mengomel. Blog lama tidak saya hapus. Sebagai pengingat dan bukti kalau saya berproses. Kalau saya belajar. Kalau saya juga pernah berlaku dungu.

Masalahnya timbul saat koneksi internet tiba-tiba bisa digunakan setiap orang dimanapun dan kapanpun. Mereka seperti saya dulu, saat pertama kali berkenalan dengan ruang publik maya ini. Mereka merasa bebas menyumpah dan berperilaku tanpa etika yang membuat ruang ini berisik.

Jadi menurut saya, menjadi tugas "senior-senior" per dunia maya-an untuk terus menggaungkan bahwa disini juga ada etika loh. Ini komunitas. Bukan sekedar layar.

Masalah lain akan muncul saat pengguna-pengguna baru ini tidak merasa perlu untuk mencari tahu etika pergaulannya. Mereka masih merasa twitter dan facebook adalah komunikasi yang terbatas. Yang cuma teman-teman terdekat (dan memahami mereka luar dalam) atau bahkan diri mereka sendiri yang membaca sumpah serapah itu.

Makanya momentum Lunmay ini menurut saya muncul di saat yang tepat. Kita gerah dengan perilaku orang-orang yang tidak beretika di internet.

Lunmay-lunmay itu juga gerah, karena mereka tidak boleh berkata "sejujurnya" akan perasaan mereka. Maka mari kita temukan dua sisi ini. Menjelaskan etika bersosialisasi di dunia maya dan memberitahu kanal khusus untuk menyalurkan amarah. Memberitahu kalau Blog itu bisa diprivat, dijadikan sebagai diary. Jadi cuma penulisnya (dan orang yang diundangnya) yang dapat membaca isi blog. Begitu juga Twitter. Mengenalkan kalau RT dan Re pada twitter itu berbeda implikasinya (haha).


Saya menyadari manusia itu narsis dan ingin eksis, inginnya kalau menderita seluruh dunia tau dan bersimpati, karena itu setiap anda ingin memposting sesuatu dengan emosi, cobalah untuk berhenti, meninggalkan internet, dan berpikir (kalau sempat). Nanti saat anda kembali duduk di depan komputer maka anda akan menyadari, betapa apa yang hendak anda posting tadi itdak penting dan bodoh.

Seperti kata Nabi. Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah. Apabila diantara kalian marah maka diamlah. (pembahasan lebih lanjut tentang pentingnya menahan amarah bisa dilihat disini, kalau mauuuu)

Setiap saya mau ngomel-ngomel saya lalu teringat Ollie, Ollie ini seleb blog loh. Dia penulis produktif, pemilik Kutukutubuku dan banyak bisnis lainnya, sering dapat barang gratis dan jalan-jalan kemana saja dengan menulis.

Saya perhatikan setiap orang yang meng-add Ollie di facebook selalu diapprove, kalau ada orang yang comment ga nyambung di blognya, Ollie ga pernah ngomel. Di twitter dan plurk oOlie juga ga pernah misuh-misuh. Padahal Ollie itu manusia (red: beneran manusia, saya pernah megang dia) pasti pernah kesal dan khilaf.

Padahal banyak seleb blog lain yang sudah di-add sopan-sopan di facebook dan menolak. banyak seleb blog lain kalau posting suka ga disaring, di twitter dan plurk misuh-misuh, ada yang komen ga nyambung marah-marah.

Dari situ saya belajar..mungkin karena itulah rejeki mereka sebagai blogger tidak sebaik Ollie. Mereka belum siap dengan resiko kebekenan mereka. Karena saya ingin jalan-jalan disponsori, dan dapat produk elektronik gratis, saya memutuskan untuk meneladani Ollie.

Kalau Kamu gimana?

Lunmay menurut saya

22 December 2009 capcai bakar

saya setuju sama mbak dee kalau Luna Maya bukan Kopaja bukan juga telepon umum, apalagi AC. Luna bukan barang milik umum yang bisa dikontrol penggemarnya. Luna itu manusia, yang bisa menangis, tertawa, marah, dan khilaf. Sehingga kemarahannya (yang berkali-kali) kepada infotaiment wajar adanya. Dan manusiawi pula jika ia mengumpat-ngumpat di Twitter. Yang seperti Luna bukan satu.. tapi ratusan.

Tapi saya jauh lebih setuju sama ndoro kakung bahwa twittermu harimaumu. Bahwa kita harus menyadari kalau twitter, blog, facebook dan situs-situs jejaring sosial lainnya adalah ruang publik. Disitu kita berinteraksi dengan manusia lain, bukan dengan layar komputer (atau BB). Sehingga sopan santun juga harus dijaga.

Terlepas dari apa pun pemicunya, seseorang yang menuliskan sumpah serapah sebagai status di Twitter terkesan sebagai orang yang tak mampu menahan diri ketika tampil di ruang publik. Mereka dengan enteng menjadikan media sosial sebagai tempat penampung kekesalan, kemarahan, kebencian, pemiliknya.

Para pengumpat itu seperti tak memiliki beban moral dan asal melontarkan pelbagai bentuk sumpah serapah. Tak jarang ada yang menjadikannya sebagai ruang untuk menjelek-jelekkan orang lain. Orang-orang yang termasuk golongan ini sepertinya tak sadar bahwa Twitter itu ruang publik. Statusnya bisa dibaca oleh khalayak dan kemungkinan menyinggung perasaan orang.

Saya setuju pendapat Pitra, marah atau kesal itu memang manusiawai dan merupakan hak setiap orang. Ia juga memerlukan pelampiasan. Tapi pelampiasan kekesalan bisa memicu masalah seandainya dilempar ke ranah publik. Reputasi yang bersangkutan bisa hancur, begitu juga nama baik keluarga, sahabat, rekan kerja, dan orang-orang terdekat lainnya. Jeratan hukum pun bukan tak mungkin telah menunggu di depan mata. (ndorokakung)

Saya rasa setiap orang pernah menjadikan blog sebagai tempat membuang kekesalan. Saya juga. Pada blog pertama saya, setiap saya kesal dengan si kekasih hati belahan jiwa, saya pasti ngomel-ngomel di situ. Tidak menyadari bahwa semua orang bisa membacanya.

Anggaplah yang baca pro saya, maka dia akan membenci kekasih hati belahan jiwa saya berdasarkan laporan yang dibuat dengan (sangat-sangat) emosi itu. Bahkan mungkin dia akan lebih membenci si kekasih hati belahan jiwa daripada saya. Karena toh saat kesal saya menghilang, saya jadi cinta lagi sama dia. Semua kesal itu terlupakan.

Sebaliknya, kalau yang baca ga setuju sama saya.. dia kan jadi memandang saya sebagai orang yang pemarah. Masalah kecil saja ditanggapi dengan emosi jiwa berlebih. Padahal.. saya tidak seperti itu loh. Saya itu baik dan cantik. Cuma saya lagi kesal jadi marah-marah dan mengeluarkan tanduk setan.

Kesan kalau si kekasih hati buruk perilakunya atau saya pemarah itu yang susah dihilangkan dari pikiran pembaca.

Percaya deh kalau saya bilang kesan itu susah dihilangkan.

Dulu saya pernah melihat teman saya dibentak-bentak pacarnya di depan umum. Mereka sih sampai sekarang masih awet-awet saja. Tapi setiap kali mengingat mereka, yang terlintas pertama kali adalah adegan bentak-bentak di depan umum itu. Si teman kesannya menerima saja diperlakukan seperti itu dan pacarnya kog ga tau diri banget, marah-marah padahal jelas-jelas persoalannya bukan salah si teman.

Maka saya lalu memutuskan untuk memulai lembaran baru di blog ini. Mengurangi marah dan mengomel. Blog lama tidak saya hapus. Sebagai pengingat dan bukti kalau saya berproses. Kalau saya belajar. Kalau saya juga pernah berlaku dungu.

Masalahnya timbul saat koneksi internet tiba-tiba bisa digunakan setiap orang dimanapun dan kapanpun. Mereka seperti saya dulu, saat pertama kali berkenalan dengan ruang publik maya ini. Mereka merasa bebas menyumpah dan berperilaku tanpa etika yang membuat ruang ini berisik.

Jadi menurut saya, menjadi tugas "senior-senior" per dunia maya-an untuk terus menggaungkan bahwa disini juga ada etika loh. Ini komunitas. Bukan sekedar layar.

Masalah lain akan muncul saat pengguna-pengguna baru ini tidak merasa perlu untuk mencari tahu etika pergaulannya. Mereka masih merasa twitter dan facebook adalah komunikasi yang terbatas. Yang cuma teman-teman terdekat (dan memahami mereka luar dalam) atau bahkan diri mereka sendiri yang membaca sumpah serapah itu.

Makanya momentum Lunmay ini menurut saya muncul di saat yang tepat. Kita gerah dengan perilaku orang-orang yang tidak beretika di internet.

Lunmay-lunmay itu juga gerah, karena mereka tidak boleh berkata "sejujurnya" akan perasaan mereka. Maka mari kita temukan dua sisi ini. Menjelaskan etika bersosialisasi di dunia maya dan memberitahu kanal khusus untuk menyalurkan amarah. Memberitahu kalau Blog itu bisa diprivat, dijadikan sebagai diary. Jadi cuma penulisnya (dan orang yang diundangnya) yang dapat membaca isi blog. Begitu juga Twitter. Mengenalkan kalau RT dan Re pada twitter itu berbeda implikasinya (haha).


Saya menyadari manusia itu narsis dan ingin eksis, inginnya kalau menderita seluruh dunia tau dan bersimpati, karena itu setiap anda ingin memposting sesuatu dengan emosi, cobalah untuk berhenti, meninggalkan internet, dan berpikir (kalau sempat). Nanti saat anda kembali duduk di depan komputer maka anda akan menyadari, betapa apa yang hendak anda posting tadi itdak penting dan bodoh.

Seperti kata Nabi. Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah. Apabila diantara kalian marah maka diamlah. (pembahasan lebih lanjut tentang pentingnya menahan amarah bisa dilihat disini, kalau mauuuu)

Setiap saya mau ngomel-ngomel saya lalu teringat Ollie, Ollie ini seleb blog loh. Dia penulis produktif, pemilik Kutukutubuku dan banyak bisnis lainnya, sering dapat barang gratis dan jalan-jalan kemana saja dengan menulis.

Saya perhatikan setiap orang yang meng-add Ollie di facebook selalu diapprove, kalau ada orang yang comment ga nyambung di blognya, Ollie ga pernah ngomel. Di twitter dan plurk oOlie juga ga pernah misuh-misuh. Padahal Ollie itu manusia (red: beneran manusia, saya pernah megang dia) pasti pernah kesal dan khilaf.

Padahal banyak seleb blog lain yang sudah di-add sopan-sopan di facebook dan menolak. banyak seleb blog lain kalau posting suka ga disaring, di twitter dan plurk misuh-misuh, ada yang komen ga nyambung marah-marah.

Dari situ saya belajar..mungkin karena itulah rejeki mereka sebagai blogger tidak sebaik Ollie. Mereka belum siap dengan resiko kebekenan mereka. Karena saya ingin jalan-jalan disponsori, dan dapat produk elektronik gratis, saya memutuskan untuk meneladani Ollie.

Kalau Kamu gimana?

dan duniapun buram




kacamata saya rupanya hanya tahan dua kali terinjak. Padahal ini lensanya plastik -maksud hati biar awet- tapi ia bisa pecah berkeping-keping begitu. Mungkit bobot penginjak berpengaruh.

Ya sudah lah..
toh katanya di setiap kehilangan (ini juga dikategorikan kehilangan kan?) akan terselip berita baik. Aminnn. Lagipula memang sudah saatnya ganti kacamata, karena sepertinya minus saya nambah. Rejeki saya.. derita sponsor? Hihi

Ayo cepatlah proposal membeli kacamata baru disetujui.. saya masih ada les pajak.. tanpa kacamata saya hanya pura-pura memperhatikan.

21 December 2009

Ayam bumbu bali

21 December 2009 capcai bakar

Dari kecil saya sudah ikutan emak di dapur.. Nyiangin sayur, bersihin ikan, ngupas bawang, metik toge, dan aduk-aduk makanan biar santannya ga pecah. Jadi suka sebal kalo banyak yang mikir saya ga ngerti gimana ngebersihin ikan dan berkutat di dapur, mungkin karena tampang saya yang orang kaya banget ini. Haha

Masalahnya saya belum pernah masak sendiri. Cuma jadi asistennya Mama.

Si mama adalah koki keren, wanita karier yang harus berangkat jam 8 pagi tapi bisa masak tiap hari. Masakan komplit pula. Kebanyakan menu padang yang bumbunya seabreg-abreg itu. Pagi-siang-malam menunya berbeda, dan disediakan dua variasi, pedas dan tidak pedas -soalnya saya ga doyan pedas sedangkan kakak saya sangat doyan pedas-. Bahkan di kala weekend si mama sempat-sempatnya bikin berbagai macam roti (yang full hand made), saos sambal sendiri, dan macam-macam kue. Heubat!

Harusnya karena sering bantuin mama, saya ngerti dong gimana masak.. tapi ternyata ga tuh..*jadi suka ketawa sendiri klo ada yang ngomong "Ke dapur bantuin masak, biar bisa"* Ini disebabkan karena mama saya masaknya cepattttt banget. Tuang-tuang, aduk-aduk, sreng-sreng, JADI!

Lhahhh bumbunya apa aja? Mana saya tau.

Hal ini diperparah dengan cepatnya saya merantau.. jadi transfer knowledgenya ga komplit. Hihi.

Semenjak kuliah dan ingin memanjakan perut si kekasih hati belahan jiwa (kan katanya dari perut naik ke hati) mulailah saya belajar memasak. Rajin beli tabloid Sedap. Nyoba-nyoba dan jadi. Semenjak punya akses internet, sekarang nyari resepnya di Google. Makin canggih dan murah pula.

Karena itu..Sepertinya saya akan menambahkan kategori baru di capcaibakar, kategori "sedang di dapur". Disini saya akan berbagi resep-resep makanan dan mungkin minuman. Pastinya yang sudah saya coba dan gampang bikinnya. Dan resep pertama adalah


Ayam Bumbu Bali


Bahan:
- 1/2 Kg ayam dipotong 8 (kecil-kecil)
- 1 buah jeruk nipis
- 2 buah tomat, dipotong dadu
- lengkuas, 1 ruas jari, digeprak (dipukul sama gilingan sampai penyet)
- 3 lembar daun jeruk
- 3 lembar daun salam
- kecap manis sesuai selera
- Jahe, 1 ruas jari, digeprak
- Garam dan merica secukupnya

Bumbu halus:
- 7 bawang merah
- 3 bawang putih
- 10 cabe rawit
- kemiri setengah buah
- 1/2 sdt terasi, disangrai (digoreng tanpa minyak)

Cara:
- Lumuri ayam dengan garam dan jeruk nipis, diamkan kira-kira 15 menit
- Goreng ayam setengah matang, biar ga amis aja. sisihkan
- Tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan jahe.
- Masukkan tomat, aduk rata.
- Masukkan ayam, tambah air matang, aduk rata
- Tambahkan kecap manis, garam dan merica bubuk.
- Masak dengan api kecil sampai bumbu mengental dan meresap, serta tomat layu (tinggal kulitnya doang)

Tips:
- Di tukang ayam kita boleh milih, mau dadanya aja, mau paha aja, mau sayap doang, dstnya. Pilih ayam yang kering ya, soalnya itu artinya ga dimasukin air biar berat.
-Kalau beli lengkuas, jahe, daun salam, etc biasanya saya bilangnya "bumbu dapur 2000" dapatnya komplit dan banyak.
-beli kemirinya yang udah dikupas dan dijual di plastik-plastik kecil. Rp 500 dapat 4, di warung-warung dekat rumah
-Cabe rawit juga cukup Rp 500 perak aja. Banyak.

17 December 2009

Alphawife (Buku)

17 December 2009 capcai bakar



Penerbit : Gagas Media
Harga : Rp 27.200 (kutukutubuku.com)

Ini novel Ollie kedua yang saya baca. Dan sama seperti novel After the Honeymoon, saya tidak bisa berhenti membaca sebelum ceritanya berakhir. Si kekasih hati belahan jiwa juga berpendapat begitu. Ini hebat loh, soalnya si kekasih hati ini paling anti kalau disodorin buku cinta-cinta begini. Jadi walau agak tebal.. karena ceritanya ringan.. ga kerasa deh bacanya..tau-tau tamat.

Alphawife bercerita tentang Melena, editor in chief majalah fashion ternama. Cantik, stylist, dan tentunya berpenghasilan besar, yang bersuamikan Eric, seorang guru komputer di sebuah SMU. Sederhana, tidak mengerti fashion, dan berpenghasilan sedikit di atas rata-rata UMR.

Sudah pasti Melena lah yang membiayai kebutuhan mereka. Perbedaan penghasilan dan karier ini pada awalnya tidak mengusik mereka.

Sampai tiba saatnya lingkungan mulai berkicau... Mulai dari saingan, sahabat, sampai atasan. Semuanya mengomentari kesenjangan itu. Dan mereka-pun mulai terpengaruh.

Masing-masing merasa dirinyalah yang paling banyak berkorban untuk pasangan dan memberi kontribusi yang paling berarti ke pernikahan ini. Melena dan Eric juga merasa pasangannya merupakan mahluk tuhan yang paling egois. Pemahaman bahwa keduanya saling membutuhkan terlupakan.

Dikomporin lingkungan terus-menerus dan kurangnya komunikasi membuat mereka akhirnya berpisah. Perpisahan yang penuh amarah juga tangis (red:dibaca dengan intonasi ala presenter silet)

Lalu apakah pada akhirnya Melena akan memahami bahwa mencintai itu berarti menerima Eric yang senang menjadi guru dan tidak menuntutnya untuk menjadi "lebih pantas"? Dan apakah Eric juga bersedia keluar dari zona nyamannya -kerja ringan dan menyenangkan tapi bisa beli macam-macam dari penghasilan Melena- agar sebanding dengan si Istri?

Silahkan dibaca novelnya. Hahaha...

Katagua

Novel ringan ini pas banget buat nemenin nunggu-nunggu busway. Meski bacanya ga bikin kening berkerut, banyak ilmu yang bisa didapat, yaitu..pernikahan itu perjuangan, jadi jangan gampang bilang cerai, komunikasi penting, daripada dipendam dan jadi bisul, namanya laki-laki pasti senang klo merasa dibutuhan.. itulah pentingnya kata tolong dan terima kasih., terus yang menetukan kebahagian itu kita sendiri, jadi orang mau bilang apa..kalau kamu bahagia dan merasa cukup. Ya sudah.. hear no evil, talk no evil, dan see no evil. Hihi. Selain itu banyak istilah-istilah yang memperkaya kosa-kata, bikin saya tambah pinter. Suer.

Back covernya yang bertuliskan "Malena dan Eric menikah dengan kesadaran bahwa perbedaan justru akan membuat pernikahan mereka lebih berwarna." bikin saya penasaran bagaimana kisah pacaran mereka. Soalnya Eric sudah menjadi guru dan Melena sudah bekerja di perusahaan top sejak mereka pacaran..Penasaran. Bagaimana mereka meyakinkan orang tua masing-masing.

Anyway, nama saya muncul loh di ucapan terima kasihnya..haha...hihi... *senang bukan kepalang* terus saya baru tau kalau cetakan yang ga dijual di toko buku akan dapat cap "No lepas" seperti ini. Ga penting ya? Yang nganguk dikemplang.



Buku Ollie lainnya

capcaibakar, SE





Tanggal 25 November kemarin saya wisuda.. ahay.. Baru nyampe di Bandung dini hari., Soalnya ada test kerja di jakarta beberapa hari sebelumnya. Bahkan emak bapak yang dari Medan lebih dulu nyampe daripada si sarjana. Haha...Buru-buru... ga sempat fiting kebaya dan nyari salon. Untunglah kekasih hati belahan jiwa berbaik hati ngambilin kebaya, yang ternyata ga difuring. Stress. Saya dan Ibu penjahit salah paham. Hihi. Maksud hati pakai bustier biar bisa menyembunyikan lemak-lemak. Eh malah dikira ga mau pakai furing oleh penjahitnya. Ya sudahlah..mari berimprovisasi.

Dan akhirnya memilih nyalon di dekat rumah. Yang hasilnya bikin saya ga kayak saya. T_T padahal ini requestnya natural loh.. Belum lagi alis saya dikerok.. Hadooh.. apa daya. Sudahlah.

Cerita lengkapnya menyusul ya, sembari mau mamerin foto studionya. Jadi rencananya kan mau foto keluarga besar gitu. Berhubung si adek di magelang dan ga bisa libur, jadilah fotonya mau di crop aja. Nah..sampai sekarang saya masih nungguin foto dirinya. Sehingga foto studionya blum bisa diproses.

Trus saya dapat hadiah wisuda dari Erma. Sprei batik yang saya minta sebagai oleh-oleh dari jogya. Hua..senang sekali. Saya dari dulu pengen banget punya sprei batik. Soalnya kan dingin...Nah sprei ini bagus banget deh..di bagian jahitannya pola batiknya tergabung sempurna... suka.. apalagi wangi malamnya itu..hoh..luv it.luv it..




waktu liat harganya juga ga terlalu mahal.. (iya Erma, preice tag nya blum dicabut.hihi) Apa saya jualan sprei batik aja ya? MAkasih banyak ya Erma. Ini udah hadiah ketiga yang saya dapat dari erma. dia memang murah hati..gih buruan jadi temannya. hoho. Dulu saya dapat kerudung buatan tangan *blum bisadiposting soalnya blum ada fotonya..hihi*. Trus waktu ketemu di Pesta bLogger dapat oleh-oleh bros aceh ini.




Iya eneng itu kerjaannya emang jalan-jalan.

Bros yang sebelah kiri namanya Pintu Aceh. Bagus ya. Kalau yang sebelah kanan rencong. Makasih banyak ya Erma.moga rezekinya lancar, moga makin sering jalan-jalan. Jadi makin banyak oleh-oleh buat saya. Hihi

13 December 2009

Bulan kemarin saya ikutan tes OCBC NISP untuk posisi MDP loh.. dan sepertinya mereka sering rekrutmen nih.jadi kalau minat daftar aja.

Sekilas tentang perusahaan

PT. Bank NISP Tbk, merupakan bank keempat tertua di Indonesia, didirikan di Bandung pada tanggal 4 April 1941. Pada akhir tahun 2008, OCBC Bank-Singapura adalah pemegang saham pengendali dengan memiliki 74,73% saham Bank NISP melalui beberapa akuisisi sejak tahun 2004. SehinggaBank NISP merubah namanya menjadi PT. Bank OCBC NISP Tbk.

Tahap-tahapan Test

1. tes administrasi

Saya daftarnya online lewat jobs experd. Selanjutnya ada pengumuman via email dan henpon, selain di websitenya.

2. Tes Psikotest

Sebelum test kita diminta menyerahkan data-data pendukung seperti CV, ijazah, dan KTP.

Ada cerita lucu nih.. jadi sebelum datang ke jakarta, saya belum menyiapkan cover letter, jadilah pas di jakarta saya ngeprint dulu sekalian nyari alat tulis. Nah rupanya penampilan saya benar-benar ala "pengangguran nyari kerja" sampai bapak-bapak yang sedang fotokopi menawarkan saya segepok kertas yang saat saya baca -malamnya- merupakan ajakan investasi ala arisan-arisan yang transfer rekening gitu. Saya ga keliatan cerdas ya pak? Sampai-sampai ditawari ajakan begini..ckckck.

Btw ngeprint di jakarta mahal ya 1000 per lembar.. di bandung 150 udah paling mahal deh-dan dijamin ga laku- apa bikin bisnis fotokopian aja ya?

balik ke soal test. Testnya ternyata lengkap banget..dan banyak banget.... haha.. sampai lupa test apa aja. Test gambar ada, tes koran (paulie) juga ada, abstrak, verbal, numerik, simbol, bahkan test pengetahuan umum juga ada. TPU nya benar-benar umum ya.. seperti siapa penemu peniicilin, gunung tertinggi, danau terbesar, dsbnya. Untungnya ga ada sistem minus. Haha.

3. FGD dan wawancara

FGD nya sih biasa.. satu kelompok 5 orang yang berperan jadi manajer suatu perusahaan. Selanjutnya kita diminta menyelesaikan persoalan-persoalan dalam waktu terbatas. Persoalannya lumayan banyak..lebih dari 10. Jadi pintar-pintar bagi waktu ya. Ga usah kebanyakan debat.

Selesai FGD kita langsung wawancara loh. Dalam grup juga. hihi.. Pusing ga? Nah wawancara nya full english. Di bagian ini banyak peserta yang beda persepsi sama pewawancara. Ditanya A jawab B. Saya juga. :blush: Jadi saran saya kalau ga ngerti sama yang ditanyain.. tanya balik aja. oke

Sayangnya saya cuma sampai tahap ini nih.. ga lolos ke tahap berikut. Jadi infonya cuma bisa segini. Ngebantu lah... dikitttt. Nah Kalau mau lihat-lihat posisi yang ditawarkan OCBC NISP klik disini. Sukses!!

Tes OCBC NISP

13 December 2009 capcai bakar

Bulan kemarin saya ikutan tes OCBC NISP untuk posisi MDP loh.. dan sepertinya mereka sering rekrutmen nih.jadi kalau minat daftar aja.

Sekilas tentang perusahaan

PT. Bank NISP Tbk, merupakan bank keempat tertua di Indonesia, didirikan di Bandung pada tanggal 4 April 1941. Pada akhir tahun 2008, OCBC Bank-Singapura adalah pemegang saham pengendali dengan memiliki 74,73% saham Bank NISP melalui beberapa akuisisi sejak tahun 2004. SehinggaBank NISP merubah namanya menjadi PT. Bank OCBC NISP Tbk.

Tahap-tahapan Test

1. tes administrasi

Saya daftarnya online lewat jobs experd. Selanjutnya ada pengumuman via email dan henpon, selain di websitenya.

2. Tes Psikotest

Sebelum test kita diminta menyerahkan data-data pendukung seperti CV, ijazah, dan KTP.

Ada cerita lucu nih.. jadi sebelum datang ke jakarta, saya belum menyiapkan cover letter, jadilah pas di jakarta saya ngeprint dulu sekalian nyari alat tulis. Nah rupanya penampilan saya benar-benar ala "pengangguran nyari kerja" sampai bapak-bapak yang sedang fotokopi menawarkan saya segepok kertas yang saat saya baca -malamnya- merupakan ajakan investasi ala arisan-arisan yang transfer rekening gitu. Saya ga keliatan cerdas ya pak? Sampai-sampai ditawari ajakan begini..ckckck.

Btw ngeprint di jakarta mahal ya 1000 per lembar.. di bandung 150 udah paling mahal deh-dan dijamin ga laku- apa bikin bisnis fotokopian aja ya?

balik ke soal test. Testnya ternyata lengkap banget..dan banyak banget.... haha.. sampai lupa test apa aja. Test gambar ada, tes koran (paulie) juga ada, abstrak, verbal, numerik, simbol, bahkan test pengetahuan umum juga ada. TPU nya benar-benar umum ya.. seperti siapa penemu peniicilin, gunung tertinggi, danau terbesar, dsbnya. Untungnya ga ada sistem minus. Haha.

3. FGD dan wawancara

FGD nya sih biasa.. satu kelompok 5 orang yang berperan jadi manajer suatu perusahaan. Selanjutnya kita diminta menyelesaikan persoalan-persoalan dalam waktu terbatas. Persoalannya lumayan banyak..lebih dari 10. Jadi pintar-pintar bagi waktu ya. Ga usah kebanyakan debat.

Selesai FGD kita langsung wawancara loh. Dalam grup juga. hihi.. Pusing ga? Nah wawancara nya full english. Di bagian ini banyak peserta yang beda persepsi sama pewawancara. Ditanya A jawab B. Saya juga. :blush: Jadi saran saya kalau ga ngerti sama yang ditanyain.. tanya balik aja. oke

Sayangnya saya cuma sampai tahap ini nih.. ga lolos ke tahap berikut. Jadi infonya cuma bisa segini. Ngebantu lah... dikitttt. Nah Kalau mau lihat-lihat posisi yang ditawarkan OCBC NISP klik disini. Sukses!!

02 December 2009

lalu apa?

02 December 2009 capcai bakar



kotak alat pemadam kebakaran yang kosong. Padahal ada tanda sudah diperiksa.

Ditemukan di BEC.. mungkin setelah memecahkannya anda akan memperoleh peta toko mana saja yang menjual alat pemadam api.. mungkin... mana saya tau..

*penemuan iseng selagi ingin membetulkan si macer*
Posted by Picasa

Blackberry


seumur hidup saya baru punya henpon 3.

Yang pertama saat SMA, lungsuran dari Mama. Sangking jadulnya.. ni henpon saya modif... biar mirip nokia yang series 8*** biar kecil.. tapi ternyata tetap ga gaya.. rada malu makenya.. hahaha.. aduh.. remaja-remaja.



Di penghujung akhir hidupnya saya titip dia ke salah seorang teman kost untuk dijual. Si teman kost, kemudian ga ketauan rimbanya.

Henpon kedua dibelikan kekasih hati belahan jiwa sebagai hadiah ulang tahun. Henpon baru saya pertama kali.. gress, kotaknya disegel..haha. Saat itu lagi booming-boomingnya CDMA.. dapatlah henpon ini dengan nomor esia di dalamnya dan bahasa korea di dalamnya..



Hidupnya berakhir karena chargernya rusak melulu..

Henpon ketiga saya adalah yang saat ini.. dibeli dari gaji magang di Telkom, dipilih secermat mungkin, karena inginnya buat foto-foto dan dengerin musik tapi harga di bawah 1 jt. jadilah ia.. voila... *btw mereknya ga familiar ya?kog tante saya bingung*



Saya sih belum niat ganti henpon.. Gini-gini saya agak-agak lebih mementingkan fungsi daripada gengsi. Walaupun belum seekstrim salah seorang teman *melirik ibnu* yang tetep ga mau punya sepeda mahal atau henpon dengan kamera padahal mampu.

Jadi saat heboh blackberry, saya ga tergiur dong.



Cuma sepulang tes kerja kemarin, saya mulai berpikir buat beli blackberry (kalau mampu).

Kenapa?

Karena sekarang semua pada tukar-tukaran pin.. bukan nomor henpon... huhu...

Haha... Apa bikin kartu nama saja ya.. tapi nyantumin apa? kalau gini keren ga?

Suci Humaira Sophia
Sarjana Ekonomi * Blogger