SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

31 July 2010

Adik saya yang satu ini kalau bikin status di facebook suka bagus-bagus gitu. Ga ababil banget seperti sepupu-sepupu saya yang dengan terang-terangan minta di hide dari timeline. Dan ini salah satu status dia yang dikutip dari sebuah komik yang saya banget. hahaha
"Suatu saat nanti, kau akan begitu juga. Aku akan melihatmu merangkak, berusaha menarik nafas, lalu aku akan memasang tampang seperti tidak tahu apa-apa." - Mizushima Kei, 'Hana No Namae'
Ya.. saya orang yang sangat baik. Gampang berteman dan tidak bakal mengeluhkan kejelekan kamu. Tapi kalau kamu macam-macam sama saya, menikam dari belakang, menggunting dalam lipatan, memutuskan menjadi musuh dalam selimut, bertingkah seperti pagar makan tanaman, dan manis di depan tapi pahit di belakang. Yuk dadah.. saya tidak akan menunggu nanti. Saya sendiri yang akan membuat kamu merangkak dan berusaha keras untuk bernafas.

Alkisah

31 July 2010 capcai bakar

Adik saya yang satu ini kalau bikin status di facebook suka bagus-bagus gitu. Ga ababil banget seperti sepupu-sepupu saya yang dengan terang-terangan minta di hide dari timeline. Dan ini salah satu status dia yang dikutip dari sebuah komik yang saya banget. hahaha
"Suatu saat nanti, kau akan begitu juga. Aku akan melihatmu merangkak, berusaha menarik nafas, lalu aku akan memasang tampang seperti tidak tahu apa-apa." - Mizushima Kei, 'Hana No Namae'
Ya.. saya orang yang sangat baik. Gampang berteman dan tidak bakal mengeluhkan kejelekan kamu. Tapi kalau kamu macam-macam sama saya, menikam dari belakang, menggunting dalam lipatan, memutuskan menjadi musuh dalam selimut, bertingkah seperti pagar makan tanaman, dan manis di depan tapi pahit di belakang. Yuk dadah.. saya tidak akan menunggu nanti. Saya sendiri yang akan membuat kamu merangkak dan berusaha keras untuk bernafas.

23 July 2010

Cinta, Sebuah Rumah untuk Hatimu (buku)

23 July 2010 capcai bakar

Pengarang : Ollie
Penerbit : Gagas Media
Harga : Rp 28.900 (kutukutubuku.com)



Iya.. another domestic novel by Ollie. Produktif banget *memandang dengan iri* Hihi. Novel kali Temanya sih masih mengenai adaptasi dua individu ke sebuah "pernikahan", seperti novel Alphawife dan After The Honeymoon.

Jika di After The Honeymoon Ollie bercerita bagaiman dua individu beradaptasi dengan pernikahan yang tidak sesimpel saat pacaran dan di Alphawife bercerita mengenai adaptasi suami-istri yang istrinya berpenghasilan lebih besar, maka di novel kali ini Ollie mengangkat isu
"Jika pasanganmu bekerja di kota lain, apa yang kamu pilih? Tinggal atau ikut? Apakah kamu akan melepaskan pekerjaan mapan, kenyamanan dan kemandirian financial untuk sebuah kebersamaan?"
Itulah yang terjadi pada Garry dan Friya. Garry yang seorang PNS tiba-tiba mendapatkan perintah mutasi ke Kupang, meninggalkan Jakarta, kota yang membesarkan Friya dan tempat Friya meniti karier di sebuah bank swasta ternama.

Demi cinta Friya menukar mall, starbucks, teman, keluarga, dan kesempatan promosi jabatan yang sebentar lagi dengan kehidupan ibu rumah tangga, yang "hanya" berkutat dengan memasak, mencuci, beberes, rapat Dharma Wanita, dan main voli. Ia bahkan harus melepaskan identitasnya. Sekarang ia bukan Friya, ia adalah Ibu Garry Maulana, istri pejabat.

Haus akan keinginan untuk bekerja, pengakuan, dan penghasilan sendiri, Friya memutuskan untuk menjadi penyiar radio. Sayangnya pekerjaan baru ini membuat ia jadi bahan perbincangan tetangga dan memicu pertengkaran dengan Garry.

Kesal diperlakukan seperti itu, Friya memutuskan kembali ke Jakarta dan menjalani hubungan jarak jauh saja.

Apakah pilihannya untuk tidak meninggalkan Jakarta kali ini berjalan lebih baik daripada mengikuti Garry ke Kupang?

Katagua

Membaca novel ini mengajak kita melihat keunikan kota Kupang, alamnya, penduduknya, bahasanya, bahkan angkutan umumnya. Isunya juga "sekarang" banget. Di masa kini banyak pasangan yang dua-duanya bekerja , kejadian harus pisah kota, pulau, bahkan negara pasti terjadi. Pilihannya cuma dua, ikut atau tinggal. Dua-duanya pasti tidak enak.

Tetap tinggal di tempat asal bikin cinta kita berat di pulsa dan ongkos. Belum lagi kemungkinan suami/istri kepicut orang lain karena mendadak "single" lagi.

Ikut pergi lalu merelakan kebebasan financial dan kemandirian yang selama ini diperoleh juga berat. Bayangan harus menggantungkan kehidupan dan kebahagian pada orang lain tentunya mengerikan. Tidak ada lagi "uangku". Yang ada "uang belanja dari suami". Kemungkinan suatu saat disia-siakan suami setelah melakukan pengorbanan seperti itu membuat keputusan ini makin tidak menjanjikan.

Novel ini tidak mengajarkan pilihan apa yang harus diambil, tapi menetapkan tujuan yang jelas. Jika tujuan kita jelas maka jalan akan terbuka dengan sendirinya. Mungkin maksud Ollie kalau tujuan kita karier ya ga usah ikut. Tapi kalau tujuannya membangun keluarga, ya ikut.

Nah gimana kalau tujuannya dua-duanya? Bikin skala prioritas dong. Apa yang mau dicapai duluan.

Kalau menurut saya Cinta dan Pernikahan itu komitmen.

Apapun pilihan kita kekhawatiran akan ada orang ketiga atau suatu saat disia-siakan suami tidak akan terjadi kalau masing-masing berkomitmen terhadap pasangannya. Pernikahan yang akan menjadi semakin sulit setelah itu pasti bisa dilalui dengan baik jika kita berkomitmen mempertahankan pernikahan ini.

Bagian yang paling saya suka di novel ini adalah bagian dimana Friya dan Garry melakukan "kencan" jarak jauh, dengan sama-sama memandang laut. Friya memandang laut Jakarta dan Garry memandang laut Kupang. Percakapan mereka yang dilakukan via telepon benar-benar bikin saya "meleleh". Mauuuu.. hihi.. Ini jauh lebih romantis daripada novel Twilight yang ga berhasil saya tuntaskan sangking bosennya.

Happy Reading ya!

12 July 2010

Jalan baru

12 July 2010 capcai bakar



Saya masih wara-wiri nyari kerjaan, dari satu tes ke tes lain.. dari tes yang saat keluarnya saya masih bisa senyum sampai tes yang begitu selesai jari-jari tangan sudah tidak bisa digerakan sangking nyerinya.

Capek..

bukan capek fisik sih, capek batin.. mengalami kegagalan terus menerus tuh bikin saya merasa jadi orang gagal beneran *tampar diri biar sadar!*

Dipikir-pikir kenapa ya? Teman yang lain udah bolak-balik ganti kerjaan dengan santainya, saya dapat satu aja (yang sesuai harapan) belum.

Mungkin..

saya lagi dikasih hidup jenis baru, karena selama ini jalan hidup saya gampang. Saya dapat apa saja tanpa perlu berusaha mati-matian. Jadinya kalau saya menginginkan sesuatu.. tarafnya biasa aja.. wong pasti dapat ini.

Sekarang.. saya harus berusaha keras untuk mendapatkan apa yang saya mau.. bikin daftar kelemahan, belajar lagi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan itu, harus terima dikritik orang, belajar lagi, ketemu dengan orang-orang hebat yang bikin saya "kecil"

Saya yang dulu "orang" sekarang belum jadi siapa-siapa

Iya.. saya lagi dikasih jalan baru.. Ga semulus dulu pastinya. Dan dengan baiknya Allah juga memberi saya pelajaran untuk membentuk saya yang baru. Jadi saat ini saya lagi berjalan sambil memperbaiki "kendaraan" saya. Mental dan harga diri saya yang kemarin tiba-tiba hancur, harus saya bentuk lagi. Sambil tetap berjalan. Karena waktu tidak berhenti menunggu si Capcai.

Jadi kalau bikin capcainya cuma sebulan sekali harap maklum ya... Wajannya lagi dibenarin.

01 July 2010

Yakin...

01 July 2010 capcai bakar


Alkisah teman saya ini menemukan suami bulenya di Myspace. Sang calon suami (saat itu) datang ke Indonesia untuk menemuinya. Tiga hari di Indonesia dia memutuskan melamar teman saya ini.

Jangankan kita, dia (teman saya) juga kaget. Dia heran kenapa si calon suami yakin melamar seseorang yang hanya ditemui langsung selama tiga hari dan yakin untuk menikah dua bulan kemudian. Tau jawab suaminya?

Saya sudah mempunyai keyakinan untuk kamu walaupun kita belum bertemu sebelumnya, dan keyakinan saya semakin menjadi ketika kita bertemu. Buat saya, ketika saya sudah memutuskan untuk yakin, maka tidak ada kata menimbang, yang ada hanya lakukan dan jalankan penuh tanggung jawab. Dan itulah salah satu mental pria, untuk saya.

Dan saya bertanya-tanya sendiri, apakah saya sudah yakin?