SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

17 October 2011

Jadi Tuan Suami itu suka pergi tanpa permisi. Tiba-tiba "Tuing" Ilang! Karena secara syariah ga salah.. istri sholehah ini ya manut saja. Tapi ya Tuan Suami, mbok ya kalau pergi bilang gitu, jadi saya ga nyariin. Mamah Dedeh pasti setuju sama saya.

Terus suatu hari, saat istri leha-leha nonton Criminal Minds, Adeknya Tuan Suami datang. Mau makan pempek. Adek yang baik tentu bertanya kakaknya dimana. Dan istri bingung. Suami ga ada di rumah. #JendKancil juga ga tau. Adeknya suami bingung, ini orang rumah kog ga ada yang tau.

Istri belagak cuek. Suami ini kan semacam "Datang tak dijemput, pulang tak diantar" kalau ilang tiba-tiba nanti juga muncul tiba-tiba. Biasanya  bawa makanan. 

Tapi biar dikira peduli, istripun menelpon.  Ga diangkat. Malah direject. Terlalu. *asah gergaji listrik*.

Untuk menenangkan pikiran, istripun masak pempek. Ga kedengaran kalau ada beberapa miscall dan sms yang masuk. Saat dilihat itu panggilan dari nomor Tuan Suami. Cuma ada satu sms berisi " Tolong. A diculik." Jantung istri copot.

Gambar dari sini. Tapi reasanya ini juga ngambil dari tempat lain tanpa mencantumkan sumber sepertinya. ;p


Buru-buru nelpon. Direject. Istri ga mau nelpon lagi. takut getaran hape suami kedengaran sama penculiknya dan satu-satunya alat komunikasi itu diambil, diinjak, lalu dibuang ke laut. (iyeee kebanyakan nonton CSI ini) Mau nelpon polisi, ga tau nomornya. Cuma tau nomor darurat 911, yang hanya berguna kalau Capcai tinggal di Amrik sono.

Bingung. Ga tau harus ngapain (otak saya selalu berhenti bekerja dalam kondisi darurat gini). Memandangin jalan depan rumah sambil mikir, ini gang kan cuma bisa dilewatin motor, gimana ceritanya orang dewasa yang gede gitu diculik naik motor. Mungkin suami ketemuan di suatu tempat dan diculik pakai mobil, pikir istri.

Tiba-tiba "Hahahahaha". Iyak, Tuan Suami muncul dengan ketawa puas banget. Asem! Istri dikerjai. Gak lucu. *Lari ke dapur, abisin semua pempeknya. Tinggalin cuko aja*

_____ Hari lain_____


Handphone Suami ga bisa dihubungi. Istri kangen. Telpon kantor. 

Anak Kantor (AK) : Icreativelabs, Siang!
Capcai                      : Siang. Bisa bicara dengan Bapak Agus? Ini dari Allianz.
AK                            : Sebentar.
Suami                        : Ya. Selamat Siang!
Capcai                       : Bapak saya dari Allianz ingin menanyakan soal asuransi bapak.
Suami                        : Iya, kenapa ya?
Capcai                       : Bapak sudah terima sms kami yang meminta bapak menghubungi CS kami? 
                                     *ketauan abis baca-baca sms Tuan Suami*
Suami                        : Nah itu saya ga ngerti maksudnya 
                                    *sambil ngebacain ulang isi sms dari asuransi*
Capcai                       : Ya, itu sama saya juga ga ngerti. Kalau asuransi istri gimana pak?
                                     *di titik ini gw berasa harusnya suami udah tau itu capcai*
Suami                        : Nah, Mbak aja ga ngerti apalagi saya                 
                                    *mulai ngomel panjang lebar, intinya CS harus lebih tahu dari customer*
Capcai                       : Tumami... ini aku, istri.
Suami                        : Beuh! *tutup telepon*
Capcai                       : *ngakak*

Ya kadang setiap orang kan punya terlalu banyak waktu luang dan terlalu banyak pulsa.

Got You!

17 October 2011 capcai bakar

Jadi Tuan Suami itu suka pergi tanpa permisi. Tiba-tiba "Tuing" Ilang! Karena secara syariah ga salah.. istri sholehah ini ya manut saja. Tapi ya Tuan Suami, mbok ya kalau pergi bilang gitu, jadi saya ga nyariin. Mamah Dedeh pasti setuju sama saya.

Terus suatu hari, saat istri leha-leha nonton Criminal Minds, Adeknya Tuan Suami datang. Mau makan pempek. Adek yang baik tentu bertanya kakaknya dimana. Dan istri bingung. Suami ga ada di rumah. #JendKancil juga ga tau. Adeknya suami bingung, ini orang rumah kog ga ada yang tau.

Istri belagak cuek. Suami ini kan semacam "Datang tak dijemput, pulang tak diantar" kalau ilang tiba-tiba nanti juga muncul tiba-tiba. Biasanya  bawa makanan. 

Tapi biar dikira peduli, istripun menelpon.  Ga diangkat. Malah direject. Terlalu. *asah gergaji listrik*.

Untuk menenangkan pikiran, istripun masak pempek. Ga kedengaran kalau ada beberapa miscall dan sms yang masuk. Saat dilihat itu panggilan dari nomor Tuan Suami. Cuma ada satu sms berisi " Tolong. A diculik." Jantung istri copot.

Gambar dari sini. Tapi reasanya ini juga ngambil dari tempat lain tanpa mencantumkan sumber sepertinya. ;p


Buru-buru nelpon. Direject. Istri ga mau nelpon lagi. takut getaran hape suami kedengaran sama penculiknya dan satu-satunya alat komunikasi itu diambil, diinjak, lalu dibuang ke laut. (iyeee kebanyakan nonton CSI ini) Mau nelpon polisi, ga tau nomornya. Cuma tau nomor darurat 911, yang hanya berguna kalau Capcai tinggal di Amrik sono.

Bingung. Ga tau harus ngapain (otak saya selalu berhenti bekerja dalam kondisi darurat gini). Memandangin jalan depan rumah sambil mikir, ini gang kan cuma bisa dilewatin motor, gimana ceritanya orang dewasa yang gede gitu diculik naik motor. Mungkin suami ketemuan di suatu tempat dan diculik pakai mobil, pikir istri.

Tiba-tiba "Hahahahaha". Iyak, Tuan Suami muncul dengan ketawa puas banget. Asem! Istri dikerjai. Gak lucu. *Lari ke dapur, abisin semua pempeknya. Tinggalin cuko aja*

_____ Hari lain_____


Handphone Suami ga bisa dihubungi. Istri kangen. Telpon kantor. 

Anak Kantor (AK) : Icreativelabs, Siang!
Capcai                      : Siang. Bisa bicara dengan Bapak Agus? Ini dari Allianz.
AK                            : Sebentar.
Suami                        : Ya. Selamat Siang!
Capcai                       : Bapak saya dari Allianz ingin menanyakan soal asuransi bapak.
Suami                        : Iya, kenapa ya?
Capcai                       : Bapak sudah terima sms kami yang meminta bapak menghubungi CS kami? 
                                     *ketauan abis baca-baca sms Tuan Suami*
Suami                        : Nah itu saya ga ngerti maksudnya 
                                    *sambil ngebacain ulang isi sms dari asuransi*
Capcai                       : Ya, itu sama saya juga ga ngerti. Kalau asuransi istri gimana pak?
                                     *di titik ini gw berasa harusnya suami udah tau itu capcai*
Suami                        : Nah, Mbak aja ga ngerti apalagi saya                 
                                    *mulai ngomel panjang lebar, intinya CS harus lebih tahu dari customer*
Capcai                       : Tumami... ini aku, istri.
Suami                        : Beuh! *tutup telepon*
Capcai                       : *ngakak*

Ya kadang setiap orang kan punya terlalu banyak waktu luang dan terlalu banyak pulsa.

12 October 2011

Cerita Diklat

12 October 2011 capcai bakar

Diklat saya sudah berakhir dan akhir Juni kemarin sudah mulai kerja kantoran. Istilahnya sih magang karena saya masih dalam masa percobaan setahun ini.  Maka mari cerita-cerita saya ngapain aja pas diklat kemarin..

Tanggal 1-25 Mei 2011 kemarin, ya hampir sebulanan gitu, saya ikut diklat Pra Jabatan. atau sering disingkat PraJab. Kehidupan sehari-hari selama di diklat kan udah diceritain disini tuh.. nah saya mau cerita versi seriusnya.. hihi.

Diklat Prajab itu diklat wajib setiap CPNS. Kalau ga lulus ga bisa diangkat jadi PNS. Salah satu syarat kelulusan adalah kehadiran. Sehari ga ikut diklat karena sakit pun langsung ga lulus. Kalau ga lulus gimana? Dapat jatah ngulang satu kali saja di tahun depan. Kalau masih ga lulus? Ya sudah bye-bye status PNS.

Diklat Prajab ini sepertinya sih ya.. bertujuan mengubah pola pikir CPNS supaya menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat yang baik. Lihat... bahasa sayapun sudah oke banget gitu abis diklat. Hahahaha.

Acara pembuakaan rangkaian diklat

Kelas diklat
Acaranya kebanyakan permainan-permainan team building dan diskusi gitu. Saya sih bersyukur soalnya jadi ga ngantuk sama sekali. Ngantuk? Iya... mohon maaf buat semua pembayar pajak (ceileh) sumpah dari TK sampai kuliah saya tidak pernah mengantuk di kelas, tapi entah kenapa selama diklat ini saya ga bisa nahan ngantuk saat merhatiin slide demi slide..  Mungkin karena pelajarannya sebelas dua belas  macam PPKN dan dipelajari dari jam 7.30-21.00. saya bahkan harus merelakan diri dicubitin teman agar tidak tertidur. Sakit sih, tapi lumayanlah ngilangin ngantuk sebentar. Iya, segarnya cuma sebentar. Memarnya yang ngebekas lama.

Main-main biar ga ngantuk. Ini perintah pengajarnya kog

Urat malu harus tebel. Bukan begitu Uni Rahma dan Kang Puji?

Tapi ternyata beberapa teman malah bosan banget diajak diskusi melulu. Ga tau kenapa. Teori saya sih karena sebagian besar latar belakangnya tehnik jadi disuruh diskusi teori yang banyak abu-abunya gini bosan kali ya.

Pengajar-pengajar di diklat ini dikirimkan langsung dari LAN, oke-oke deh. Lucu-lucu. Mereka bisa bikin kelas yang panjaaaaang banget itu dan yang ngantukin itu jadi seru. Bahkan ada satu pengajar yang berhasil bikin acara permisi ke toilet doang jadi lawakan, usut punya usut kaskuker ternyata.Tapi ya gitu, saat pengajarnya balik bahas teori, mata kitapun pelan-pelan menutup.

Kelompok yang lagi presentasi

Kelompok yang lagi dengarin dan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan maut

Setelah sebulan menjalani diklat prajab, diklat selanjutnya adalah Diklat Orientasi Ke-BPK-an. Sesuai judulnya sudah pasti ini belajar tentang BPK. Mulai dari satuan kerja-satuan kerja di BPK, visi misi, rencana dan strategi BPK, cuti, absen, dan topik yang paling menarik adalah GAJI. Hooh.. kalau bahas rencana  dan strategi kelas sunyi senyap *sesekali terdengar suara iler netes sih.. ;p* tapi gitu bahas gaji, cuti, tunjangan, bahkan pensiun.. kelas langsung rame! Yang nanya ngantri.  Masyaallah, kerja aja belum udah pada nanya pensiun coba. Sungguh visioner teman-teman saya ini *memandang penuh kekaguman*

Ruangan kelas yang model U. Semua yang ngantuk langsung keliatan.

Terus karena pengajar-pengajar diklat ke-BPK-an ini adalah orang-orang internal BPK (yang nantinya saya baru tau kalau itu para petinggi ya) tehnik ngajarnya sebagaian besar text book. Jadi.. benar-benar bikin ngantuk. *ngucek-ngucek mata* Kebayang ga sih nguap berkali-kali, bolak-balik ke toilet buat cuci mata, dan ketiduran (benar-benar tidur gitu loh) di depan pejabat? Untung ga diusir keluar.

Pose di depan hasil diskusi dan menara tahan banting yang dikasih cendol jempol sama pengajarnya

Yang menyenangkan di diklat ini adalah, ga ada tugas ngerangkum lagi seperti diklat ke-BPK-an. Horeeee! Jadi malamnya bisa istriahat lebih banyak aka internetan lebih lama. terus disini kita udah boleh pakai celana. Ga harus rok lagi. Ga ada pengaruh yang berarti sih buat para lelaki  (ya iyalah ... *ditoyor ke jurang oleh pembaca*) tapi buat perempuan-perempuan yang disuruh baris-berbaris pakai rok panjang, ini penting!  Selain ga harus pakai rok lagi, setelah selesai belajar kita boleh pakai baju warna bebas. Asal batik dan kemeja. Buat orang malas nyuci seperti saya sih ga ngaruh. Pakai hitam putih terus sampai mau tidur. (^_^)v

Ngomong-ngomong soal rangkuman di diklat prajab, rangkuman ini nanti dikembalikan lagi ke peserta sebelum ujian diklat (setiap diklat akan/wajib/harus diakhiri dengan ujian.. selamat ya kakakkk..)  Jadi kalau kita ngerangkumnya serius, pas mau ujian ga perlu buka banyak buku deh. Tapi secara eike perfeksionis ya.. walau rangkuman sudah ditulis dengan serius tetap aja harus baca text book nya. Hasilnya? Ga rangking satu juga sih... *penonton kecewa*

Belajar dimana saja, bahkan di mesjid sambil nunggui waktu sholat
Sholat 5 waktu harus di mesjid. Subuh harus dengerin Kultum yang diberikan oleh peserta diklat laki-laki. *perempuan-perempuan ngikik sambil baca twitter*
Di postingan sebelumnya udah pada tahu kan kalau diklat kali ini memecahkan rekor "Jumlah Peserta yang Jatuh Sakit"? Sangking ga normalnya distribusi peserta yang sakit, divisi SDM kantor pusat merasa perlu turun tangan. Diutuslah beberapa  psikolog kantor untuk menghibur kita. Biar ga stres ceritanya. Maka dimulailah permainan berburu harta lewat teka-teki dan permainan-permainan.

Petunjuknya

Tim Bajak Laut Tike-Aldi-Ridho-Eko-Fajar- Handoko-Uni Rahma-Ades. Mas Ahsan kemana?


Tantangan agar mendapatkan petunjuk selanjutnya

Tarian Kemenangan.Iya.. kami senorak itu
Terus pemenangnya didominasi  oleh tim-tim dari kelas saya, kelas Pinky. Iya dari 4 tim yang diutus.. 3 tim membawa pulang harta kembali ke pangkuan Pinky Crews. *gelar karpet merah*

Hartanya. Iyak.. jangankan pembaca, pelaku saja kecewa. :D

Sepanjang diklat kita juga ga terus-terusan belajar kog, ada acara bagi-bagi oleh-oleh juga tiap minggu. Yang paling saya tunggu tentu saja pempek. Kelas saya itu kebanyakan anak Palembang, Bangka, Lampung, dan sekitarnya (ga tau deh kenapa kebanyakan dari tiga daerah ini). Nah teman-teman ini rajin dikirimin pempek-pempek. Saya senang banget. Banget.

Pembagian oleh-oleh di ruangan belajar. Iya di ruangan yang dibangun untuk belajar bareng

Selain pempek, idola anak-anak adalah mak icih. Ga tanggung-tanggung, pada minta level 10. Keripik shirley dari padang juga jadi rebutan. Macaroni schotel dan pie apel dari bogor juga. Keripik pisang? Juga dong. Jco? Pastinya. Pizza? off course. Iyaaaa ini sih kitanya aja yang pada doyan makan.

Ultah Tike, Rezza, dan Thomas. Dirapel semuanya

Apalagi kalau ada yang ulang tahun.. Yipiee makan-makan gratis *senyum semanis madu kepada anak-anak yang ulang tahun saat diklat.* Bukannya kita ga dikasih makan selama diklat sih. Makan 5 kali sehari sudah pasti. Snack dan daging bejibun -awalnya, lama-lama variasi ikan asin telur tahu tempe toge lagi dan lagi- cuma namanya tiap hari disuguhin makanan catering, mahluk cantik mannapun pasti bosan kan ya? Maka sudah pasti ada acara diam-diam makan indomie pakai irisan cabe rawit di pinggir lapangan parkir.

Nungguin indomie matang

Kenapa diam-diam? Karena itu makannya di pinggir jalan, di samping selokan, dan mesannya lewat pagar. Sudah pasti bapak rindam -yang ngejagain kita- ngomel berat. Kaya' ga dikasih makan aja kata beliau. Dan menurut beliau mana pantas calon-calon abdi negara ini (dan calon menteri keuangan . Aminnn...) makan indomie di pinggir jalan. Kamipun disamakan dengan PGT, Pasukan Gali Tanah. Bwahahaha,.. maaf ya Pak Saih, lagi diceramahin malah ketawa-ketawa. Sumpah baru kali ini dengar istilah PGT. Semenjak itu PGT dipakai sebagai kode ngajak makan indomie.

Pak Saih

Beuhhh udah panjang banget. Berlanjut ke postingan kedua ya Teman.. biar ga capek bacanya. Silahkan tarik napas dulu. *dadah-dadah ala ganti bohlam lampu*

11 October 2011

Hamster baru dan Buku Lama

11 October 2011 capcai bakar

Alkisah ada anak kecil yang baru dapat hamster dari bapaknya. Sangking senangnya, anak kecil ini ikhlas ditinggal bapaknya di rumah  bertiga doang dengan hamster-hamsternya. Namanya mainan baru.. itu hamster dikeluarin, dimasukin lagi, diuyel-uyel, diputer-puter, terus dipaksa main roda, dipaksa keluar dari rumahnya, dipaksa naik terowongan. Mungkin si hamster stres. Mungkin ia menemukan kesempatan satu-satunya untuk bebas (secara lahir aja di Pet Shop).

Si hamster kabur.

Si anak stres. Nangis sambil bongkar-bongkar rak buku emak bapaknya buat nyari hamster yang sembunyi.


Bapaknya pulang. Kaget lihat buku bertebaran dimana-mana. Emak ngomel.

Jadi terpaksalah emak bapak berjibaku nyari hamster yang sembunyi. Ternyata si hamster kegencet lemari buku (untung ga gepeng). Si anak senang. Emak bapak dapat kerjaan tambahan, Ngerapihin buku-buku-buku-buku-buku-buku (sangking banyaknya). Sigh. Melihat kondisi rak buku yang sudah doyong kanan-kiri (kayaknya kalau dihinggapi nyamuk sebiji aja bakal rubuh) emak dan bapak memutuskan membeli rak buku baru. 


Rak buku yang ditaksir habis di IBCC. Akhirnya diputuskan (semoga hanya untuk sementara saja ya suamiiii) buku-buku itu dimasukkan ke kardus-kardus saja. Pulangnya..bukannya tobat belanja buku, emak-bapak-anak mampir ke toko buku. Beli buku(-buku-buku) lagi. 

Sekarang saya paham apa rasanya jadi shopaholic yang terus belanja sepatu dan baju walau lemari sudah ga muat lagi. *sigh...* Untunglah buku-buku itu bungkusnya sudah dibuka semua (walau belum dibaca sampai habis).

04 October 2011

Review Borongan: Bukabuku, Ocehan Si Mbot, Bankir Sesa(a)t, dan Orang Ketiga

04 October 2011 capcai bakar

Inget setumpuk buku yang saya beli sebagai hadiah ulang tahun untuk diri sendiri itu kan? Saya belinya di  bukabuku.com, toko buku online. Ini pembelian buku online pertama saya. Tadinya saya sempat bimbang mau beli di kutukutubuku.com apa di bukabuku. Secara harga buku-buku yang saya inginkan sama di kedua tempat itu. Pilihan saya jatuh ke bukabuku karena rekeningnya BNI. Sama dengan rekening saya. Jadi ga ada ongkos tambahan transfer ke ATM Bersama. Kutukutubuku rekeningnya Mandiri. (^.^)v

Pilih-pilih, ceklak-ceklik, transfer deh lewat e-banking. (iyaaa coba e-banking juga untuk pertama kalinya. Ga enaknya belanja online ituuuu adalah meski sudah bayar, barangnya ga bisa langsung dipegang. Geregetan nunggunya. Untunglah di bukabuku kondisi order kita jelas. Apakah bukunya sudah ada atau sedang dipesan ke penerbit. 

Ternyata toko buku online gitu ga nyetok ya? Saya kira karena status di webnya "tersedia" maka memang sudah ada di gudang mereka. Tapi sepertinya enggak. Soalnya buku-buku tersebut dikirim dua kali, kloter kedua menunggu kiriman penerbit. Terus ada dua buku edisi Topeng Kaca yang ternyata habis. Jiahhhhh....

Untungnya ongkos kirim mereka flat, cuma Rp 5000 untuk sekali pemesanan. Jadi ya.. kalau kita mesan 100 buku atau 1 buku ongkirnya tetap 5000. Mau dikirim 1 kali atau 5 kali juga tetap 5000. Murah kan? Aku senang.

Terus buku-buku yang ga ada itu dikasih pilihan order buku lain atau dikembalikan saja. Hihi... Suka!! Saya bakal pesan lagi! *korek-korek dompet*

Nah sekarang review buku-bukunya ya..

Judul: Ocehan Si Mbot, Gilanya Orang Kantoran
Penulis: Agung "Mbot" Nugroho
Penerbit: Gramedia
Harga: Rp 28.050 di Bukabuku dan Kutukutubuku, Rp 38.000 di istri bawel tapi dapat tanda tangan Mbot

Saya senang baca blognya Mbot. Bukan pembaca dari awal sih.. baru-baru aja. baru beberapa tahun. Dulu lucu. Sekarang keseringan posting soal MLMnya dia *dilempar risol*

Bukunya lucu, cerita tentang kehidupan orang-orang yang sekantor sama Mbot di sebuah bank. Kejadian yang biasa-biasa saja, yang ga bakal kita perhatikan, bisa ditulis Mbot dengan lucunya.

Saya yang sensor ketawanya rada belagu ini, yang nonton Srimulat aja mukanya tetap nekuk, bisa senyum-senyum sendiri bacanya. Lucuk. Sayangnya karena bacanya kepotong-potong, lucunya gak maksimal. Saya nyesel. Saran saya kalau baca buku ini jangan di kantor. Bacanya di kamar, saat sudah tenang dan bisa mencurahkan seluruh perhatian ke buku ini.

Salah seorang teman kantor saya yang ketawanya khas banget (alias gede banget) dan gampang ketawa sempat minjem buku ini untuk dibaca di kantor. Saya deg-degan, takut dia ngakak hebat (secara saya aja ketawa-ketawa kecil) dan dipelototin satu ruangan. Namanya juga anak baru, bukannya kerja malah baca nove,l terus ngakak lagi.. mau dibawa kemana masa depannya?

Untungnya (atau anehnya) dia ga ketawa dong. Kata dia "Lucu, tapi aku nahan dong buat ga ketawa gede-gede."

KATAGUA: Beli!!

__________________________________________________________________________


Judul: Bankir Sesa(a)t
Penulis: Ichanx *yang tau nama aslinya cuma Keblug, fans berat Ichanx*
Penerbit: Gagas Media
Harga: Rp 21.250 di Bukabuku dan Rp31.000 di Istri Bawel (dapat tanda tangan pastinya, cap bibir juga barangkali)

Nah ini juga salah satu penulis blog favorit saya. Blognya, blog.ichanx.net, lucu-lucu dan cerdas.  Buku ini disadur dari blognya Ichanx sendiri soal  suka duka dia kerja di bank berplat merah berawalan huruf M *halah*. Ada cerita cinta dia juga.

Kalau bukunya.. ehm... menurut saya lebih lucuan buku Mbot. *sungkem ke senior... cium tangan*

Mungkin, karena saya udah khatam baca blog Ichanx, jadi banyak cerita di buku ini yang sudah saya baca. Ya semacam dengar lelucon yang pernah didengar, lucunya biasa aja kan? Lucu sih.. tapi cuma senyum dikit.

Kalau blognya Mbot kan belum saya khatam-in, secara ya Mbot itu (dulu) rajin posting jadi tulisannya banyak (makanya Chanx.. rajin nulis lagi dong). Jadi humor-humornya berasa segar di saya.

Hikmah dari membaca buku Bankir Sesa(a)t ini adalah, jadi pekerja ga usah cihui-cihui banget performancenya. Karyawan tukang berantem kayak Ichanx aja, mau berhenti ga diijinin. Apalagi dipecat.. ga mungkin itu. #eh.


KATAGUA: Kalau kamu lelaki, jomblo, dan pengen ketawa-ketawa gila.. wajib baca buku ini. Lucuk! Ada kisah-kisah terlarang temannya Ichanx di rimba Kalimantan juga. Terus kalau mau baca kisah Ichanx yang memberi cap bibir di bukunya silahkan buka link berikut: http://bayuhebat.wordpress.com/tag/bankir-sesat/
__________________________________________________________________________


Judul: Orang Ketiga
Penulis: Yuditha Hardini
Penerbit: Gagas Media
Harga: Rp 25.500 di Bukabuku dan Kutukutubuku

Selain covernya yang lucu, saya tertarik membeli buku ini karena Yudith itu teman SMP saya. Iyes.. dulu waktu SMP kita sama-sama suka nulis eh dia udah nelorin  satu novel saja. Saya? Saya? *menangis tersedu-sedu di toilet*

Pengen bacanya karena saya rasa di setiap buku fiksi ada bagian  hidup si penulis yang diungkapkan secara jujur. Iya.. belinya karena kepo. Bwahahhaha.. *ketawa licik*

Buku ini bercerita tentang perempuan yang jatuh cinta kepada pria yang baru ngaku  sudah punya pasangan saat ditanya. Perempuan ini lalu memamfaatkan lelaki lain yang menyukainya agar pacar rahasia-nya itu berpisah dengan pasangan originalnya. Ih ribet!.

Jadi gini, sebut saja Bunga, bukan nama aslinya, jatuh cinta dengan Kumbang. Kumbang pun memberi perhatian lebih kepada Bunga, mereka selayaknya pasangan tanpa status. Udah jatuh sedalam-dalamnya dia baru tahu kalau Kumbang sudah punya pasangan. Hancur dong hatinya.

Tapi karena cinta begitu besar, Bunga bertahan (aihhh bahasa gw. *bergetar bacanya..*) Tapi kadang dia ga tahan juga, soalnya si Kumbang adem ayem juga sama Nyonyah-nya. Mana itu janji meninggalkan Nyonyah dan mempersatukan cinta suci mereka? Mana? Mana?

Pengen bikin Kumbang terbakar cemburu, Bunga pamer kemesraan dengan Jejaka, lelaki yang menyukainya. Eh Jejaka menanggapi bunga serius, dia ngajak nikah. Berhubung ga ada kepastian hubungan dengan Kumbang, Bunga-pun menerima lamaran Jejaka. Sialnya, saat lamaran sudah diterima, Jejaka mengundurkan diri. Belum siap katanya. Ealah.... Hakdush banget.

Lalu, kepada siapakah cinta Bunga berlabuh? Apakah akhirnya ia bersatu dengan Kumbang? Atau dengan Jejaka? *ala pengisi suara telenovela* Monggo dibaca.

KATAGUA: Bukunya bagusss. Bukan, bukan karena Yudith teman saya. Bukunya emang bagus kog. Awalnya saya sempat bosan, tapi makin dibaca tulisan Yudith makin mengalir. Bahasanya segar. Yang suka buku romantis wajib baca buku ini.