SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

09 April 2012

Tagged Under: , , , , ,

Cicil Logam Mulia Di Pegadaian

Share

Enam bulan sejak merencanakan jumlah dana darurat yang harus saya punya, saya menyadari satu hal. Saya itu tipe orang yang menabung untuk membeli sesuatu. Kalau duitnya disimpan aja... pasti bocor deh. Saya sih tahan ga menggunakan uang tersebut.. masalahnya kalau sekali kepakai karena memang perlu, biasanya suka kebablasan. Kebablasannya itu suka untuk hal-hal yang ga perlu. *malu*

Jadi saya mulai mengubah strategi. Persentase penghasilan yang ditabung untuk Dana Darurat diperkecil. 10% saja. Tadinya kan 20-30%.  Sisanya saya alihkan ke reksadana atau emas. Kalau dialokasikan ke RD atau Emas kan uangnya ga bisa diambil seenak udel Capcai. Uangnya udah di tangan orang lain, gimana mau diambill. Berhubung saya konservatif, masih lebih percaya emas ketimbang RD (walau returnnya lebih gede RD nih yaaa) saya menitik beratkan ke emas. Jadinya alokasi penghasilan Capcai tiap bulan adalah sebagai berikut:

  • 50% biaya hidup. 
  • 10% belanja (iyes.. butuh kan buat penyemangat diri. :p). 
  • 10% tabungan untuk dana darurat. 
  • 10% reksadana. 
  • 20% cicil emas di pegadaian.
Tau soal cicil emas ini dari Mbak Tya. Udah lama. Baru dilaksanakan sekarang karena teorinya kita harus punya dana darurat dulu baru investasi. Logikanya kan kalau ada apa-apa yang membuat penghasilan berhenti, yang bisa langsung menggantikan penghasilan yang hilang itu ya Dana Darurat. Investasi kan belum tentu harganya lagi naik saat dibutuhkan. Terus kalau metode cicil begini, saat penghasilan hilang mau nyicilnya gimana? Gimana? 

Tapi karena dana daruratnya kepakai terus kapan aku punya emas kalau nunggu dana darurat kekumpul? Ya sudah setiap perencanaan keuangan kan unik, tergantung pribadi. Jadi sayapun membulatkan tekad untuk mencicil emas di Pegadaian. 

Langkah pertama adalah mencari Pegadaian terdekat dari Kalibata. Secara saya anak baru di Kalibata ya.. jadi masih buta arah. Kalau di Bandung sih tau.. tapi walau hari Sabtu Pegadaian tetap buka. ia tidak melayani penjualan Logam Mulia. Jadi musti hari kerja. Maka dicarilah pegadaian terdekat dari kantor yang bisa ditempuh bolak-balik dalam waktu istriahat. pilihannya jatuh ke Pegadaian Dewi sartika. Letaknya di seberang pom bensin. kalau dari seberang Mall kalibata tinggal naik angkot biru nomor 16. berhenti di pom bensin. Nyebarang deh. Pegadaiannya kecil. Ada juga Pegadaian Syariah di jalan Dewi sartika ini. Cuma lebih jauh.

Berhubung web Pegadaian ga user friendly, saya ga bisa mencari tau harus bawa uang muka berapa dan milih mau cicil emas berapa gram. Jadi saya langsung nanya ke Mbaknya.. "Yang cicilannya sekian rupiah perbulan yang berapa gram mbak?"   

Kalau beruntung dapat pegadaian yang punya brosur tentang cicil emas ini.. bisa dilihat-lihat perbandingan besaran uang muka dan cicilan per bulan untuk setiap gram emas. Disesuaikan deh dengan dana yang ada. Setelah menyerahkan KTP untuk difotokopi dan mengisi data, kita bisa memilih mau mencicil berapa gram dan berapa lama.

Paling kecil itu 5gr dengan masa cicilan tercepat tiga bulan. Paling besar ada 1000gr. Saya pilih yang 10 gram dengan masa cicilan 6 bulan. Uang muka (25%) dengan biaya kirim ples administrasi saya harus membayar sekitar Rp1.500.000 (lupa.. jadi dibulatkan keatas saja) dan cicilan per bulannya  sekitar Rp700.000,00.


Nanti di bulan ke 7 saat saya melunasi cicilan, saya juga mau sekalian mencicil 10 gr berikutnya. Doakan ya. Biar teguh. Hahaha. lumayan berasa sih. tapi daripada dipakai belanja onlineshop atau BB group melulu.

Kalau saya ga salah dengar untuk 5gr dengan masa 3 bulan, Uang mukanya Rp800.000 kurang dan cicilan 200.000 an. Ga gede kan? Sekali weekend aja pasti ngehabisin lebih dari Rp200.000.


Cicilan ini harus dibayar paling lambat di tangga yang sama tiap bulan. Kalau telat ada dendanya. Kalau tidak bisa melunasi maka emasnya akan dilelang. Hasil lelang akan dipakai Pegadaian untuk melunasi cicilan. Kalau ada sisa hasil lelang, itu jadi hak kita. Kalau mau jual bisa di pegadaian syariah manasaja. Dan harganya sesuai harga saat itu. Ga dikurangin seperti kalau kita menjual ke toko emas lain.

Berbeda dengan Mbak Tya yang dapat kartu cicilan, saya ga dapat. harus ditanyain nih bulan depan.
Post a Comment