SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

24 November 2012

Pernahkah Anda mengalami momen saat sesuatu yang dulu merupakan obat pelipur lara sekarang tidak berfungsi sama lagi? 

Dulu makan ayam bakar dipinggir selokan kampus selalu bikin saya puas. Sekarang? Harus makan di restoran yang belum pernah dicoba baru lidah ini bilang enak. Dulu pergi ke toko buku selalu menyenangkan buat saya. Sekarang? Beban. Beban karena ingin membawa pulang banyak buku namun terbentur kenyataan masih banyak buku yang belum dibebaskan dari sampul plastiknya. Dulu kan punya duitnya pas-pasan ya. Pas cuma cukup beli satu komik dan satu novel. Sekarang duitnya masih pas-pasan sih, pas beli lima komik dan lima novel. Tapi setiap mau membeli buku baru selalu berasa disentil "Yang beli kemarin udah dibaca Neng? Belum kan? Udah mau nambah utang baca lagi?". Lalu saya berjanji untuk tidak membeli buku baru sebelum buku lama selesai dibaca.

Manusia bisa berjanji namun Allah juga yang mengijinkan. *benerin gamis* Maka ketika saya tergoda membeli saat membaca resensi Bunda of Arabia di blognya Anggi dan Ndutyke, apa yang bisa saya lakukan? Apa? Apa? *lebai* Tentu saja mengirimkan email pembelian yang sudah berminggu-minggu di draft ke bundaofarabia@gmail.com


Harap maklum ya kalau saya tidak mampu menahan diri, sifat pengen tahu kisah orang dicampur sifat doyan jalan-jalan membuat keinginan memiliki buku ini menjadi kebutuhan.

Iya, buku Bunda of Arabia ini memuaskan kedua sifat saya tadi. Pertama saya jadi tahu kisah-kisah para istri yang harus mengikuti suaminya ke Arab Saudi, bagaimana mereka mengisi hari di negara yang aktivitas perempuannya terbatas, bagaimana mereka harus berpakaian hitam hitam kemana-mana, mencari sekolah anak, memasak, dan berbelanja. Sayapun jadi merasa ikut berjalan-jalan saat membaca kisah mereka naik haji (yang cuma berjarak 45 menit mamak... cuma segituuu), lihat tempat-tempat wisata di sana, dan makanan-makanan yang enak. Sayangnya foto-foto di buku ini ga berwarna ceuceu... kurang berasa gregetnya. Kurang bisa netesin air liur (iya, fokusnya ke makanan).

Kalau berwarna mungkin saya ga ketiduran saat tengah membaca bukunya. Bukannya ngebosenin, kelemahan kumpulan cerita itu adalah ga semua gaya penulis cocok dengan pembaca. Di beberapa cerita saya cocok, di beberapa yang lain ga cocok. Ditambah eike lagi capek, pulang dari Bandung langsung ikut diklat yang berlangsung dari pagi sampai malam. Sempat sih nutup bukunya tapi abis itu penasaran lagi. Kelar deh dalam semalam.

Terus karena kemarin oleh Mbak Jihan saya dikirimkan tiga buku, padahal cuma memesan satu buku, saya jadi bisa mengadakan giveaway nihhh. Ada tiga buku Bunda of Arabia, dua masih disampul, satu sudah saya baca tapi masih dalam kondisi yang sangat baik.Ga ada tetesan air liur kog.

Terus karena kemarin saya sempat membeli dua buah buku Dragon Bones (satu dari diskonan Gramedia, satu dari diskonan Bukabuku) buku ini ikut saya give away kan ya. Jadi total ada empat buku.


Sebuah proyek raksasa ambisius Sebuah sekte terlarang Perebutan artefak kuno kunci menuju kekuasaan tertinggi Cina .... Seorang arkeolog Amerika ditemukan tewas mengambang di Sungai Yangzi. Di tubuhnya terdapat luka-luka mengerikan yang menunjukkan ciri-ciri ritual kuno. Detektif polisi Liu Hulan dan suaminya, David Stark, pengacara Amerika, ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuhan itu. Penyelidikan membawa mereka ke proyek Bendungan Tiga Ngarai, yang direncanakan menjadi bendungan terbesar di dunia. Tak disangka-sangka, misteri pembunuhan itu mejerumuskan mereka dalam perburuan maut sebuah artefak yang diperebutkan banyak pihak. Pemerintah Cina, sekte fanatik terlarang, dan kolektor yang kejam mengingini pusaka itu. Apa sebenarnya rahasia artefak tersebut? Mengapa benda itu diyakini akan membuat pemiliknya menggenggam puncak kekuasaan di Cina? Hulan dan David harus berpacu dengan waktu untuk memecahkan misteri ini, sebelum Bendungang Tiga Ngarai menenggelamkan semua petunjuk. Bukan hanya nyawa mereka dan nasib Cina yang menjadi taruhannya, tetapi juga perdamaian seluruh dunia. (sinopsis dari balik buku).

Buat ikutan giveaway ini gampang. 
  1. komen di postingan ini, mencantumkan mau buku yang mana. (2 poin)
  2. kalau punya twitter, tweet tentang giveaway ini dengan mention @capcaibakar (1 poin)
  3. kalau punya facebook, update status tentang giveaway ini di facebook dengan mention pages Bunda of Arabia dan suci humaira. (1 poin)
  4. Empat pemenang akan dipilih secara acak ya.
  5. Muahhh... :D
Ditunggu sampai tanggal 8 Desember ya temannn.  

Books Giveaway: Bunda of Arabia & Dragon Bones

24 November 2012 capcai bakar

Pernahkah Anda mengalami momen saat sesuatu yang dulu merupakan obat pelipur lara sekarang tidak berfungsi sama lagi? 

Dulu makan ayam bakar dipinggir selokan kampus selalu bikin saya puas. Sekarang? Harus makan di restoran yang belum pernah dicoba baru lidah ini bilang enak. Dulu pergi ke toko buku selalu menyenangkan buat saya. Sekarang? Beban. Beban karena ingin membawa pulang banyak buku namun terbentur kenyataan masih banyak buku yang belum dibebaskan dari sampul plastiknya. Dulu kan punya duitnya pas-pasan ya. Pas cuma cukup beli satu komik dan satu novel. Sekarang duitnya masih pas-pasan sih, pas beli lima komik dan lima novel. Tapi setiap mau membeli buku baru selalu berasa disentil "Yang beli kemarin udah dibaca Neng? Belum kan? Udah mau nambah utang baca lagi?". Lalu saya berjanji untuk tidak membeli buku baru sebelum buku lama selesai dibaca.

Manusia bisa berjanji namun Allah juga yang mengijinkan. *benerin gamis* Maka ketika saya tergoda membeli saat membaca resensi Bunda of Arabia di blognya Anggi dan Ndutyke, apa yang bisa saya lakukan? Apa? Apa? *lebai* Tentu saja mengirimkan email pembelian yang sudah berminggu-minggu di draft ke bundaofarabia@gmail.com


Harap maklum ya kalau saya tidak mampu menahan diri, sifat pengen tahu kisah orang dicampur sifat doyan jalan-jalan membuat keinginan memiliki buku ini menjadi kebutuhan.

Iya, buku Bunda of Arabia ini memuaskan kedua sifat saya tadi. Pertama saya jadi tahu kisah-kisah para istri yang harus mengikuti suaminya ke Arab Saudi, bagaimana mereka mengisi hari di negara yang aktivitas perempuannya terbatas, bagaimana mereka harus berpakaian hitam hitam kemana-mana, mencari sekolah anak, memasak, dan berbelanja. Sayapun jadi merasa ikut berjalan-jalan saat membaca kisah mereka naik haji (yang cuma berjarak 45 menit mamak... cuma segituuu), lihat tempat-tempat wisata di sana, dan makanan-makanan yang enak. Sayangnya foto-foto di buku ini ga berwarna ceuceu... kurang berasa gregetnya. Kurang bisa netesin air liur (iya, fokusnya ke makanan).

Kalau berwarna mungkin saya ga ketiduran saat tengah membaca bukunya. Bukannya ngebosenin, kelemahan kumpulan cerita itu adalah ga semua gaya penulis cocok dengan pembaca. Di beberapa cerita saya cocok, di beberapa yang lain ga cocok. Ditambah eike lagi capek, pulang dari Bandung langsung ikut diklat yang berlangsung dari pagi sampai malam. Sempat sih nutup bukunya tapi abis itu penasaran lagi. Kelar deh dalam semalam.

Terus karena kemarin oleh Mbak Jihan saya dikirimkan tiga buku, padahal cuma memesan satu buku, saya jadi bisa mengadakan giveaway nihhh. Ada tiga buku Bunda of Arabia, dua masih disampul, satu sudah saya baca tapi masih dalam kondisi yang sangat baik.Ga ada tetesan air liur kog.

Terus karena kemarin saya sempat membeli dua buah buku Dragon Bones (satu dari diskonan Gramedia, satu dari diskonan Bukabuku) buku ini ikut saya give away kan ya. Jadi total ada empat buku.


Sebuah proyek raksasa ambisius Sebuah sekte terlarang Perebutan artefak kuno kunci menuju kekuasaan tertinggi Cina .... Seorang arkeolog Amerika ditemukan tewas mengambang di Sungai Yangzi. Di tubuhnya terdapat luka-luka mengerikan yang menunjukkan ciri-ciri ritual kuno. Detektif polisi Liu Hulan dan suaminya, David Stark, pengacara Amerika, ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuhan itu. Penyelidikan membawa mereka ke proyek Bendungan Tiga Ngarai, yang direncanakan menjadi bendungan terbesar di dunia. Tak disangka-sangka, misteri pembunuhan itu mejerumuskan mereka dalam perburuan maut sebuah artefak yang diperebutkan banyak pihak. Pemerintah Cina, sekte fanatik terlarang, dan kolektor yang kejam mengingini pusaka itu. Apa sebenarnya rahasia artefak tersebut? Mengapa benda itu diyakini akan membuat pemiliknya menggenggam puncak kekuasaan di Cina? Hulan dan David harus berpacu dengan waktu untuk memecahkan misteri ini, sebelum Bendungang Tiga Ngarai menenggelamkan semua petunjuk. Bukan hanya nyawa mereka dan nasib Cina yang menjadi taruhannya, tetapi juga perdamaian seluruh dunia. (sinopsis dari balik buku).

Buat ikutan giveaway ini gampang. 
  1. komen di postingan ini, mencantumkan mau buku yang mana. (2 poin)
  2. kalau punya twitter, tweet tentang giveaway ini dengan mention @capcaibakar (1 poin)
  3. kalau punya facebook, update status tentang giveaway ini di facebook dengan mention pages Bunda of Arabia dan suci humaira. (1 poin)
  4. Empat pemenang akan dipilih secara acak ya.
  5. Muahhh... :D
Ditunggu sampai tanggal 8 Desember ya temannn.  

17 November 2012

Baca ini di salah satu retweetan teman
Yang mengatakan cewek matre hanya cowok yang kere, karena kalau cukup kaya (ia) tidak mengeluhkan ini, karena ia mampu memberi.
Langsung keingat Carlos di desperate Housewives saat dia berantem dengan emaknya karena Gabrielle memilih gaun pengantin seharga 12ribu dolar.

Carlos: What are you doing? She loves the dress, and you keep insulting it.
Juanita: You just don't get it, do you, Carlos? This is only the beginning. You give in to her with this dress, she'll bleed you dry. Trust me. That woman is a gold digger.
Carlos: Mama, you know I love you, but if you say one more critical thing about Gaby, don't bother coming to our wedding. Understood?
Juanita: Well, I guess you've made your choice. I just hope she realizes how lucky she is.
Carlos: No. I am the lucky one. I've never met anyone like her, and when she smiles at me, you can't put a price on it. So I don't care if I have to work 20 hours a day to keep her happy. I'll do it.
 Bammm! 

Saya langsung mempertanyakan persoalan yang selalu ada di setiap awal pesta pernikahan. Apakah perempuan yang meminta mas kawin besar, hantaran yang banyak, dan pesta yang mewah digolongkan cewek matre? Apakah perempuan yang mensyaratkan harus ada rumah lengkap dengan perabotnya ples kendaraan merupakan perempuan matre?

Diambil semena-mena dari www.perthnow.com.au


Bukankah kalau si lelaki mencintainya ia akan berusaha menyenangkan si perempuan? Menenangkan hati orang tua si perempuan yang anaknya akan ia ambil alih? Menenangkan mereka dengan kesanggupan memberikan fasilitas yang sama kepada anaknya? Memberikan sesuatu yang "pantas" untuk istrinya?

Ga.. ga ada penutup. Saya juga masih memikirkan jawabannya.

Btw, saya dapat link bagus dari Om Ari, ini mungkin sedikit dapat menjelaskan why women acting like gold digger.

Gold Digger

17 November 2012 capcai bakar

Baca ini di salah satu retweetan teman
Yang mengatakan cewek matre hanya cowok yang kere, karena kalau cukup kaya (ia) tidak mengeluhkan ini, karena ia mampu memberi.
Langsung keingat Carlos di desperate Housewives saat dia berantem dengan emaknya karena Gabrielle memilih gaun pengantin seharga 12ribu dolar.

Carlos: What are you doing? She loves the dress, and you keep insulting it.
Juanita: You just don't get it, do you, Carlos? This is only the beginning. You give in to her with this dress, she'll bleed you dry. Trust me. That woman is a gold digger.
Carlos: Mama, you know I love you, but if you say one more critical thing about Gaby, don't bother coming to our wedding. Understood?
Juanita: Well, I guess you've made your choice. I just hope she realizes how lucky she is.
Carlos: No. I am the lucky one. I've never met anyone like her, and when she smiles at me, you can't put a price on it. So I don't care if I have to work 20 hours a day to keep her happy. I'll do it.
 Bammm! 

Saya langsung mempertanyakan persoalan yang selalu ada di setiap awal pesta pernikahan. Apakah perempuan yang meminta mas kawin besar, hantaran yang banyak, dan pesta yang mewah digolongkan cewek matre? Apakah perempuan yang mensyaratkan harus ada rumah lengkap dengan perabotnya ples kendaraan merupakan perempuan matre?

Diambil semena-mena dari www.perthnow.com.au


Bukankah kalau si lelaki mencintainya ia akan berusaha menyenangkan si perempuan? Menenangkan hati orang tua si perempuan yang anaknya akan ia ambil alih? Menenangkan mereka dengan kesanggupan memberikan fasilitas yang sama kepada anaknya? Memberikan sesuatu yang "pantas" untuk istrinya?

Ga.. ga ada penutup. Saya juga masih memikirkan jawabannya.

Btw, saya dapat link bagus dari Om Ari, ini mungkin sedikit dapat menjelaskan why women acting like gold digger.

11 November 2012


Senang dan susah itu beriringan. Bersama kesulitan akan ada kemudahan. Bersama kesenangan akan ada kesulitan. Vice versa kata suami saya.

Bersama datangnya tumpukan projek akan ada hantaman deadline tanpa henti. Bersama kenyamanan naik kendaraan pribadi akan ada biaya parkir yang menanti.

Karena setiap hal selalu (sepertinya sih selalu) ada sisi enak dan ga enaknya, kita lah yang memutuskan akan fokus dimana? Di bagian enaknya atau tidak enaknya.

Apakah saya mau menukar kenyamanan naik kendaraan pribadi dengan kenyamanan tidak perlu ngelus dada setiap "dirampok" tukang parkir? Nei... saya sih lebih suka ngedumel ke tukang parkir daripada nungguin angkot ngetem. "So let it be!" batin saya setiap ada tukang parkir di ATM/ pertokoan/ tempat makan yang ga ngapain-ngapain tapi tetap menarik biaya parkir.

Source foto tukang parkir

Tapi ada saatnya masa-masa "sopan santun" dengan tukang parkir pecah. Weekend kemarin contohnya. Saat itu saya mampir ke Toko Kue Victoria. Mang parkir Victoria ini tipe yang diam-diam saja saat kita narik-narik motor namun gerak cepat saat konsumen mau pergi. Saya sudah hafal dengan watak si Mang karena sering ke Victoria.

Hari itu karena malas rogoh-rogoh kantong nyari duit 5ribu, saya menyerahkan duit 2ribu yang saya punya. Biasanya kalau tidak punya duit seribu, saya anti mengeluarkan duit 2ribu. Biasanya tukang parkir suka merasa tidak perlu mengembalikan seribu rupiah itu. Beda kalau yang saya serahkan uang 5ribuan/ 10ribuan, mau ga mau harus dikembalikan kan. Dan benar saja, Mang-nya diam. Bantu ngeluarin motor enggak. Ngeluarin kembalian juga enggak.

Saya gondok. 

Aneh ya? Cuma over budget 1000 perak saja saya ngedumel. Ga ikhlas. Ngerasa dirampok. Padahal ngasih uang ke orang lain yang jumlahnya berkali-kali lipat dari itu saya baik-baik saja. Ikhlas aja.

Sepanjang perjalanan pulang Tuan Suami ketawa-ketawa ngikik sambil nanya "Udah ikhlas?". Saat itu sambil  manyun saya menjawab belum.

Mungkin karena saya memang ga meniatkan untuk memberi. Mungkin karena menurut saya dia ga pantas dapat bayaran, apalagi dapat bayaran lebih. Sekarang... saya mikir. Kalau bayar parkir yang setara parkir mobil saja ngedumel, gimana nanti bayar parkir mobil. Kalau nanti punya mobil, parkirnya kan 2ribu juga. Yo wes, diniatkan latihan saja dan dianggap doa. Doa karena dianggap semampu orang yang bawa mobil.

Foto nyulik dari webnya Anggi Kaarimuddin

Amin.

Ngomong-ngomong soal memberi, Si Tukang Nyampah, one of my favorite blogger, mengadakan giveaway dalam rangka menyambut wedding anniversary dan ulang tahun dese. Hadiahnya keureeeeen-keureeeen. Ada ipod shuffle, SONY W Series MP3 Walkman, dan jam tangan timex.

Image from apple.com


Image from amazon.com



Image from timex.com

Keren ya Maaaaak. Ngeces. 

Saya pribadi sih doyan jam tangannya, tapiiiii karena sudah punya cukup jam tangan (cukup dalam arti kalau saya bertangan delapan delapan-delapannya bisa pakai jam tangan satu), eike milih walkman aja walau ga doyan dengerin musik (melirik manis ke ipod touch yang cuma dipakai buat main). Kalau dapat (amin) mau dikasih ke Tuan Suami aja secara dese suka musik dan entah berapa kali memberikan saya berbagai macam hadiah yang belum bisa dibalas.

 Kalau mau ikutan giveaway Si Tukang Nyampah, bisa mampir ke blog nya disini ya.

Sampai ketemu di acara giveaway berikutnyaaaa...... *dadah-dadah manis*

The Art of Giving

11 November 2012 capcai bakar


Senang dan susah itu beriringan. Bersama kesulitan akan ada kemudahan. Bersama kesenangan akan ada kesulitan. Vice versa kata suami saya.

Bersama datangnya tumpukan projek akan ada hantaman deadline tanpa henti. Bersama kenyamanan naik kendaraan pribadi akan ada biaya parkir yang menanti.

Karena setiap hal selalu (sepertinya sih selalu) ada sisi enak dan ga enaknya, kita lah yang memutuskan akan fokus dimana? Di bagian enaknya atau tidak enaknya.

Apakah saya mau menukar kenyamanan naik kendaraan pribadi dengan kenyamanan tidak perlu ngelus dada setiap "dirampok" tukang parkir? Nei... saya sih lebih suka ngedumel ke tukang parkir daripada nungguin angkot ngetem. "So let it be!" batin saya setiap ada tukang parkir di ATM/ pertokoan/ tempat makan yang ga ngapain-ngapain tapi tetap menarik biaya parkir.

Source foto tukang parkir

Tapi ada saatnya masa-masa "sopan santun" dengan tukang parkir pecah. Weekend kemarin contohnya. Saat itu saya mampir ke Toko Kue Victoria. Mang parkir Victoria ini tipe yang diam-diam saja saat kita narik-narik motor namun gerak cepat saat konsumen mau pergi. Saya sudah hafal dengan watak si Mang karena sering ke Victoria.

Hari itu karena malas rogoh-rogoh kantong nyari duit 5ribu, saya menyerahkan duit 2ribu yang saya punya. Biasanya kalau tidak punya duit seribu, saya anti mengeluarkan duit 2ribu. Biasanya tukang parkir suka merasa tidak perlu mengembalikan seribu rupiah itu. Beda kalau yang saya serahkan uang 5ribuan/ 10ribuan, mau ga mau harus dikembalikan kan. Dan benar saja, Mang-nya diam. Bantu ngeluarin motor enggak. Ngeluarin kembalian juga enggak.

Saya gondok. 

Aneh ya? Cuma over budget 1000 perak saja saya ngedumel. Ga ikhlas. Ngerasa dirampok. Padahal ngasih uang ke orang lain yang jumlahnya berkali-kali lipat dari itu saya baik-baik saja. Ikhlas aja.

Sepanjang perjalanan pulang Tuan Suami ketawa-ketawa ngikik sambil nanya "Udah ikhlas?". Saat itu sambil  manyun saya menjawab belum.

Mungkin karena saya memang ga meniatkan untuk memberi. Mungkin karena menurut saya dia ga pantas dapat bayaran, apalagi dapat bayaran lebih. Sekarang... saya mikir. Kalau bayar parkir yang setara parkir mobil saja ngedumel, gimana nanti bayar parkir mobil. Kalau nanti punya mobil, parkirnya kan 2ribu juga. Yo wes, diniatkan latihan saja dan dianggap doa. Doa karena dianggap semampu orang yang bawa mobil.

Foto nyulik dari webnya Anggi Kaarimuddin

Amin.

Ngomong-ngomong soal memberi, Si Tukang Nyampah, one of my favorite blogger, mengadakan giveaway dalam rangka menyambut wedding anniversary dan ulang tahun dese. Hadiahnya keureeeeen-keureeeen. Ada ipod shuffle, SONY W Series MP3 Walkman, dan jam tangan timex.

Image from apple.com


Image from amazon.com



Image from timex.com

Keren ya Maaaaak. Ngeces. 

Saya pribadi sih doyan jam tangannya, tapiiiii karena sudah punya cukup jam tangan (cukup dalam arti kalau saya bertangan delapan delapan-delapannya bisa pakai jam tangan satu), eike milih walkman aja walau ga doyan dengerin musik (melirik manis ke ipod touch yang cuma dipakai buat main). Kalau dapat (amin) mau dikasih ke Tuan Suami aja secara dese suka musik dan entah berapa kali memberikan saya berbagai macam hadiah yang belum bisa dibalas.

 Kalau mau ikutan giveaway Si Tukang Nyampah, bisa mampir ke blog nya disini ya.

Sampai ketemu di acara giveaway berikutnyaaaa...... *dadah-dadah manis*