SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

21 September 2015

Another September 21st

21 September 2015 capcai bakar

Years passed by,  warung ampera murah penyelamat anak-anak kostan di tanggal tua telah tutup. Sate madura sudah berganti kepemilikan. Ibu sate pulang ke madura karena sakit. Sekarang yang jualan keponakannya dan warung sate ini tak seramai dulu. Baso Malang Karapitan depan BIP dan 21 di BIP masih buka.

Years passed by, kita masih bersama. Masih suka makan bakso, bedanya sekarang lebih suka bakso pinggir jalan ketimbang BMK. Masih suka nyuri-nyuri waktu nonton film di bioskop. Bedanya sekarang lebih suka nonton di blitz ketimbang 21. Masih suka naik angkutan umum dan jalan kaki kemana-mana. Bedanya karena sekarang kalau jalan sambil gandeng dua anak kecil, pinggang saya suka kangen dilingkari tangan suami.  Pegang lagi dong.. pinggangnya masih muat dipegang pakai sebelah tangan kog. 

Btw, kelamaan LDR bikin saya suka kaget kalau pas tidur tiba-tiba dicium suami. Mikirnya, ini siapa nyium-nyium. Butuh waktu lumayan lama untuk sadar kalau yang nyiumin itu suami sendiri. Untung ga buru-buru ditendang. Ampun deh.. kagetnya ngelebih-lebihin pas pengantin baru.

Selamat tanggal 21 September wahai suami. Semoga segera berkumpul ya.  

Mbak.. mbak kenapa? toel mbak belakang.

14 September 2015

Panduan Mudah PUPNS

14 September 2015 capcai bakar

Terlepas betapa saya misuh-misuh melihat "ajakan" BKN untuk mendaftar ulang di PUPNS, oh.. i will write about it later, saya berusaha berpositif thinking saja kalau ini memang perlu dilakukan dan marilah kita lakukan. Namun karena keburu misuh-misuh dua kali di Facebook soal PUPNS ini, beberapa kenalan saya di Facebook berpikir saya paham soal PUPNS, padahal saya sendiri belum berhasil mendaftar meski sudah berkali-kali mencoba. Salah satu oditi bahkan berpikir saya kerja di Badan Kepegawaian Daerah. Ya.. ya.. mari diaminkan jadi pegawai BKD Bandung apa London gitu. 

Apa sih PUPNS ini?
PUPNS adalah kegiatan pendataan ulang PNS yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara berkala  untuk memuktahirkan, melengkapi, dan memastikan kebenaran data kepegawaian milik BKN. Kegiatan ini kata BKN minimal dilakukan 10 tahun sekali dan terakhir dilaksanakan pada tahun 2003. Dan ini pertama kalinya dilakukan secara online.
Ya mari silahkan dikomen selama ini kemana ajeee? Data-data kemarin dikemanain?

Kalau ga melakukan PUPNS sanksinya apa nih?
Kata BKN nya sih, dianggap berhenti/pensiun dini. Tapi.. kalau merujuk ke Peraturan Kepala BKN no 19 tahun 2005, sanksinya "hanya" data pegawai yang tidak mendaftar dikeluarkan dari database sehingga pelayanan kepegawaian (seperti mutasi) tidak dilayani BKN. 
Terus ngapain "ngancam" dianggap berhenti segala? Mungkin menurut BKN ancaman diberhentikan lebih mampu menggerakkan PNS. Kalau terbukti iya, seharusnya PNS berkinerja buruk dipermudah saja pemecatannya. Eaaaa.


Kapan nih batas waktunya?
Pendaftarannya dilakukan mulai tanggal 1 September hingga 30 November 2015.
Apah? Bentar lagi dong?!!

Iyes.. makanya buruan daftar di http://pupns.bkn.go.id/ lalu klik register di pojok kanan. 

halaman awal pupns.bkn.go.id. KLIK REGISTER

Kog webpage-nya ga available? 
Ya harap maklum ya, kan yang akses ribuan bahkan jutaan orang, jadi wajar saja kalau server dan badwithnya tidak dipersiapkan dengan matang  websitenya down. Harus menunggu jam-jam yang tidak sibuk, which is tebak-tebak buah manggis. Kalau beruntung ya bisa masuk, kalau ga ya coba lagi. Kan kata Humas BKN kita harus sabar dan tawakal, jangan mainan youtube dan facebook saja. 

Eh Alhamdulillah bisa masuk. Selanjutnya apa nih?
Sujud syukur dong. Langka nih.. *dikeplak BKN karena nyinyir beut*.

KLIK DAFTAR

Silahkan klik "Daftar", lalu kita akan menemui halaman registrasi seperti ini

Masukkan NIP baru lalu KLIK CARI dan masukkan email lalu KLIK LANJUT

Di halaman registrasi, masukkan NIP baru yang panjang itu, lalu klik "Cari". Secara otomatis nama dan instansi kerja anda akan muncul. Kalau sudah benar masukkan email dan klik "Lanjut"

Kalau salah silahkan klik tanda tanya.

setelah mengklik "Lanjut", anda akan diminta memasukkan password, nama ibu kandung, pertanyan pengaman jika lupa password dan kode captcha. Setelah memasukkan semua data dengan benar, klik "Register".


Isi semua data yang diminta lalu KLIK REGISTRASI

Selanjutnya akan muncul tampilan yang menyatakan registrasi sukses dengan nomor registrasi tertentu. Silahkan nomor registrasinya disimpan karena ini yang akan kita gunakan untuk login-login selanjutnya.

Sukses!!

Anda selanjutnya diminta untuk mencetak tanda registrasi untuk diberikan kepada verifikator di instansi masing-masing. Klik "Cetak" untuk mencetak. Ya iyalah ya....

Hasil cetakannya seperti ini. Bagian atas akan diserahkan ke Verifikator di instansi masing-masing (di saya bagian SDM Pusdiklat) sedangkan bagian bawah untuk dokumen saya.

Silahkan diprint dan diserahkan ke bagian SDM masing-masing

Kog saya mau mencek status dan login ga bisa?
Ya karena belum diverifikasi. Jadi baru bisa cek status dan login jika dan hanya jika sudah diverifikasi bagian SDM masing-masing katanya sih paling cepat dua hari kerja saja.


Lalu setelah itu?
Ya harap menunggu dengan sabar ya. Setelah status kita aktif kita baru bisa memasukkan data-data yang diminta. Sekarang mari makan bakso tulang kikil babat ceker saja. 

Sampai ketemu di postingan PUPNS selanjutnya kalau status saya sudah aktif ya.

Psst... screen capture di mac itu apa sih? *dikeplak Suami Prohemer*

13 September 2015

Bakso Braga

13 September 2015 capcai bakar

Kalau ditanya bakso tulang rusuk apa yang terkenal di Bandung, kebanyakan orang akan menjawab Bakso Semar yang (salah duanya) ada di dekat xtrans cihampelas dan batagor kinsley. Buat saya Bakso Semar memang enak. Kuahnya enak, tapi daging tulang rusuknya seuprit... yang gede tulangnya. Mie yaminnya juga biasa saja kalau boleh bilang ga enak. Cuma karena ga tau bakso tulang rusuk lainnya, kalau kepengen makan bakso dengan daging ya pilihannya cuma ini.


Sampai suatu malam (sekali) Suami Prohemer yang kelaparan ngajak saya keliling Braga buat nyari makan. Di suatu pojokan berdiri tempat makan besar bertuliskan Bakso Braga. Tempatnya besar dan bersih. Menunya pun bikin hati saya hangat. Ada yamin, ada bihun, ada bakso, ada tulang rusuk, ada ceker, ada kikil, ada babat. Masya Allah... semua kesayangan saya ada di sini. Senang banget.

Berhubung kalap, saya dan suami memesan bakso ceker kikil tulang dan ples babat buat saya. Begitu datang... isinya melimpah ruah. Daging sapi di tulangnya beneran daging, ga sekedar basa-basi. Cekernya gede, kikilnya enak, babatnya enak, baksonya enak. Mie yaminnya juga enak. Cuma.. kuahnya sih masih kalah sama bakso semar. Tapi ga masalah, asal dagingnya banyak.. kuah tinggal ditambah garam dan merica udah maknyus lagi.

Karena ini porsinya luar biasa tips dari saya harus datang dalam keadaan lapar berat, pesan mienya satu buat dimakan berdua saja, dan jangan tergoda memesan jus ataupun makan kerupuk... keburu kenyang nanti. Oh satu lagi... jangan tergoda memesan nasi dan lauk pauk yang kebetulan berada di warung yang sama ya. Datanglah hanya dan hanya untuk bakso ceker tulang kikil babat saja.

Sampai ketemu malam-malam di sana.

Bakso Ceker Braga
Jl. Suniaraja No. 1
(Ini bukanya sampai jam 12an malam.. kalau pagi saya kurang tahu. Biasa.. sini anak malam. *kibas kerudung*)
Bakso komplit seperti yang saya pesan itu harganya Rp38.000,00

11 September 2015

Bell's Palsy dan Tuan Suami

11 September 2015 capcai bakar

Somewhen in August, Suami Prohemer mengeluh lidahnya ga bisa ngerasain makanan dan migren terus-menerus. Bagian belakang telinganya juga terus-terusan sakit. Saya pikir Suami kena gejala flu. Jadi cukup banyak istriahat dan banyak makan. Iyes.. istri sok tau mode on.

Tak lama kemudian, Suami mulai suka ngucek-ngucek wajah bagian kirinya. Katanya mata kiri kog lama responnya. Kalau mau dikedipin ga sesigap mata sebelah kanan. Saya pikir ini cuma perasaan Suami saja. Iyes.. istri durjana mode on.

Besoknya, saya perhatiin suami setiap minum air kog tumpah melulu. Saya pikir ia ceroboh. Sampai suami menyatakan kebingungannya "Ini minum air kog tumpah terus ya dari kemarin?". Saya langsung terdetak. Ini bell's palsy. Istri khawatir mode on.

Dan benar saja, saat besoknya kita konsultasi ke dokter kantor, suami positif bell's palsy.

Bell's palsy ini merupakan penyakit kelumpuhan sebagian wajah, sehingga penderita tidak bisa mengontrol otot-otot di wajahnya. Bibir tidak bisa tersenyum sebelah, mata tidak bisa membuka/menutup sebelah, bahkan sebagian lidah juga tidak bisa mengecap. Mirip stroke, tapi beda *ya ga mirip dong artinya. hihi*. Stroke mempengaruhi kemampuan penderitanya untuk mengenggam, makanya saat kemarin diperiksa, dokter meminta suami saya menggengamkan tangan. Kalau kuat berarti bukan stroke. Bedanya lagi penderita stroke mampu mengontrol bagian kening, sedangkan penderita bells palsy tidak.

Penyebab penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Terkena udara dingin terus-menerus, stress, keletihan, tekanan darah tinggi, terpapar virus cacar air/herpes merupakan salah satu dari sekian banyak tertuduh selain punya istri seperti saya, mungkin.

Penyakit ini biasanya sembuh sendiri meski tidak diobati, cuma jangka waktu penyembuhannya berbeda-beda. Ada yang dua minggu sudah kembali normal, ada yang butuh waktu bertahun-tahun. Taraf sembuhnya juga berbeda-beda, ada yang sembuh kembali seperti sedia kala, ada yang tidak.

Pengobatannya juga bermacam-macam, ada yang menggunakan steroid sampai melakukan operasi. Yang umum di Indonesia sih dengan akupuntur dan fisioterapi. Oleh Dokter, suami disarankan untuk segera akupuntur selain diberi beberapa obat dan diminta untuk tes darah. Mbak-mbak kantor yang pernah menderita penyakit ini juga menyarankan hal yang serupa, katanya akupuntur dan pijat jauh lebih cepat daripada fisiotherapi.

Perasaan saya berkecamuk (pilihan katanya angkatan pujangga lama sekali) cemas dan percaya ga percaya selama dokter memeriksa suami.

Tiba-tiba dari orang yang paling kuat dan paling kami andalkan, sekarang suami lah yang sakit.  Sakit yang ga biasa lagi... yang ga bisa sembuh hanya dengan kerokan, pijatan, dan ciuman istri *penyakit apa pulak yang bisa sembuh dengan tiga treatment itu*. Dari orang yang  bisanya ngerepotin dan minta diantar jemput ke sana ke mari, sekarang saya lah yang harus nganterin suami, harus ngurusin suami.

Saya takut. Takut sakitnya tambah parah hingga saya dan anak-anak kehilangan tempat bergantung. Pengen nangis tapi khawatir nambahin beban terus sakitnya malah tambah parah. Apalagi pasiennya masih bercanda dan ketawa-ketawa. Harusnya kan yang stres dia ya.. Jadi ya mari dibawa ketawa-ketawa dan ngomel-ngomel saja biar air mata ga keluar yes?

Karena suami harus kembali ke Bandung dan saya masih harus di Jakarta (thanks to potongan gaji) saya melepas suami dengan was-was. Takut sakitnya tambah parah di jalan. Takut beliau ga pergi berobat karena ga ada yg nganter. Takut something really bad happen to him while i am away. Tapi Suami menenangkan saya, ia bisa pulang sendiri dan akan segera berobat.

Hari pertama berpisah, saya menelpon suami dan seperti yang bisa ditebak  ia belum pergi akupuntur, belum tes darah, apalagi ke dokter *garuk-garuk aspal.* Padahal suami sudah tidak bisa mengendarai kendaraan karena mata kirinya ga bisa ditutup dengan sempurna. Saya lalu menghubungi adik suami biar menyeret kakaknya ke akupuntur atau ke manapun ia mau. Saya sih lebih menekankan ke akupuntur karena katanya kalau sudah kena obat dokter, sensei-sensei itu ga mau ngobatin. 

Hari itu saya menerima laporan dari adik suami kalau mereka memilih pergi ke tempat bekam bukannya akupuntur. Usut punya usut suami ga mau akupuntur karena takut jarum. Ya ampun... darah suami boleh darah palembang yang ga takut berantem sama preman batak, tapi gitu harus berurusan sama jarum kecil langsung ciut. Mungkin kalau jarumnya diganti badik, lakik eike lebih berani kali ya. Selesai bekam dengan motif polkadot di wajah, suami diajakin adiknya terapi lintah. Saya pikir suami ikutan.. ternyata ga juga. Yang diterapi malah adiknya. Istri mulai bertanduk. 

Hari kedua, suami masih ga ke dokter, ga akupuntur, dan ga periksa darah juga. Beliau meyakinkan saya kalau kondisinya membaik. Baiklah... saya pegang kata-katanya.

Hari ketiga, saya pulang ke Bandung. Saya kaget, bell's palsynya semakin parah. Kalau kemarin senyum suami masih normal.. ini setengah mulutnya sudah gak bisa ditarik. Pengen nangis. Saya langsung minta suami kompres air hangat dan pijat-pijat mukanya. Besok harus akupuntur, tekad saya, biar ga makin parah.

Berhubung akupuntur buka di siang hari, paginya saya ngajak suami pijat di tempat tante saya. Tante saya ini membuka tempat pijat refleksi gitu. Pijatnya sih cuma di jari-jari kaki, namun sakiiiit banget. Banget. Mirip-mirip kontraksi lah. Beliau dulu pernah bercerita kalau ada pasiennya yang menderita bells palsy dan berhasil sembuh. Jadi meski sakit banget mari kita jabanin.

Waktu diajakin ke tempat tante di rancaekek, lakik eike maju munndur karena.... karena ga kuat sakitnya. Lagi kelihatan sehat aja dia ogah, apalagi pas sakit gini. Cuma.. sini kan istri tega. Harus mau. Jadi meski ngendarain kendaraannya pelan-pelan banget, mampir ke mesjidnya lama banget, bahkan sempat mau balik arah di tengah jalan, sampailah kami di rancaekek. Mungkin karena sempat dibekam atau karena sudah disogok makanan dan kue bolu, pijat jari kaki kali ini tidak sesakit biasanya. Buktinya suami saya ga teriak-teriak seperti biasa.

Selesai pijat kamipun mengejar jadwal akupuntur. Ada beberapa tempat akupuntur yang jadi incaran saya, namun yang bisa kekejar cuma Klinik Niramaya di jalan Jakarta. Sampai di sana ternyata dokternya ga ada jadi ga bisa diakupuntur. Kalau akupuntur buat kecantikan boleh dipegang sama terapisnya tapi kalau bells palsy seperti ini harus sama dokternya langsung. Gagal deh.

Karena gagal akupuntur kitapun memutuskan jalan-jalan. See.. suami eike baik banget kan? Lagi sakit, harusnya banyak istriahat malah milih ngajakin saya jalan-jalan. Selama kena bells palsypun beliau ga mengurangi kegiatan. Tetap nganterin anak-anak, tetap nemenin anak-anak lomba 17 agustusan, tetap ngobrol sama siapa aja, tetap rame. Padahal ngomong aja udah susah. Padahal salah satu yang dicurigai sebagai  pencetus penyakit ini adalah kurang istriahat dan banyak pikiran.

Pengen nyubitin. Pengen bilang... udahlah sekali-sekali mikirin diri sendiri. Ga usah mikirin orang lain terus.

Seminggu berlalu dengan ditinggal istri dinas ke pulau seberang, keadaan suami membaik. Padahal ga akupuntur, ga mengulang pijit ataupun bekam lagi. Cuma kompres, pijat, dan banyak istifar ceunah *kepret pakai tasbih*. Curiga saya kalau lakik eike stress banget punya istri kayak gini makin menguat.. ditinggal dinas seminggu malah membaik. Suami.. ngaku deh!

Sebulan berlalu, kondisi suami Prohemer sudah lumayan membaik, walau belum paripurna dan mumpuni. Masih suka migren mendadak. Apalagi kalau istri curhat melulu. Matanya kadang bisa nutup kadang ga. Lidahnya terkadang masih ga ngerasain apapun. Jadi yah masih naik turun gitu kondisinya. Mau saya paksa akupuntur/bekam/pijat/apapun biar tuntas. Mohon doanya ya.

BTW, keliatan kan ya... kekhawatiran saya di atas hanya berfokus pada "nanti saya gimana.." bukan "nanti suami bagaimana". Sellfish but human right *ngeles*? Makanya Allah sebagai pencipta manusia yang paham betul sama sifat ciptaannya berfirman: 
Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua).Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (QS. Abasa: 33-36)
Saat hari kiamat nanti, Allah tahu kita akan hanya memikirkan dan menyelamatkan diri sendiri. Tidak memikirkan saudara, orang tua, pasangan, maupun anak. Tidak akan memikirkan orang-orang penting dalam kehidupan kita. Makanya tempat duduk paling aman di mobil itu adalah yang di belakang supir. Karena amit-amit kalau ada kecelakaan, secara naluri supir hanya berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan dirinya. Yang duduk di belakangnya otomatis ikutan selamat. Yang duduk di tempat lain? Ya harap maklum.

Sampai ketemu di postingan lain yang akan ngebahas upaya kita nyembuhin bells palsy ini ya.. kalau ga malas. 

http://www.webmd.com/brain/tc/bells-palsy-topic-overview

https://en.wikipedia.org/wiki/Bell%27s_palsy

http://www.ninds.nih.gov/disorders/bells/detail_bells.htm

http://emedicine.medscape.com/article/1146903-overview


07 September 2015

Broadcast Tak Selalu Hoax

07 September 2015 capcai bakar

Di era henpon canggih bisa dimiliki oleh siapa saja seperti masa kini, rasanya semua orang udah gabung di whatsapp. Dan semenjak whatsapp bisa bikin grup dengan jumlah anggota lebih dari 30, migrasi pengguna bbm ke whatsapp makin gencar. Implikasinya, grup whatsapp melimpah ruah. Ada grup smp, grup sma, grup kuliah, grup kerja, grup kompleks, grup sekolah anak, dsb. Ditambah grup geng dekat sd/smp/sma/kuliah/kerja dan grup jualan sana sini, oh.. dont forget grup arisan untuk emak-emak dan grup siskamling untuk bapak-bapak. 

Di antara sekian banyak grup yang "terpaksa" saya ikuti, terpaksa karena di whatsapp ini ga ada pilihan menerima atau menolak undangan masuk ke suatu grup. Ujug-ujug masuk aja, ga ada permisinya. Terpaksa karena gabung malesin, baca isi grupnya pun eneg (maapkaaan), mau keluar segan. Beberapa grup tersebut ada faedahnya. Beberapa bikin cekikikan.

Udah tau kan kalau di setiap grup selalu ada beberapa orang yang rajin banget share broadcast message, yang kebanyakan hoax, atau foto-foto lucu. Dan may the force with you saat gabung sama penyebar broadcast ini di beberapa grup. Udahlah grup nya banyak yang bareng, broadcastnya sama pulak di semua grup. Dapat salam dari notifikasi berjibun, yang kebanyakan cuma emoji jempol/tepuk tangan/ atau muka lol yang curiga saya cuma upaya basa-basi menghargai broadcast massage itu.

Nah, kemarin di salah satu grup wa saya membaca cerita ini dan bagusnya tiba-tiba saya dapat ide postingan. Ceritanya ini...


Pengen ngakak banget karena baru aja saya ngalamin hal yang serupa. Bukan.. bukan ditanyai tarif di tempat umum. Sini cuma sering jadi korban diajakin naik ke mobil pribadi subuh-subuh. Saya positif thinking itu mobil omprengan nyari penumpang bukan om-om atau adik-adik lucu yang nyari tunggangan. 

Jadi ceritanya suatu hari saya dan kakak serta adik mau menjemput mama di Bandara. Adik saya mau wisuda, jadi mama datang dari medan. Berhubung emak masih kerja, pesawat dari medan dipilih yang paling malam dong ya sepulang emak ngantor. Berhubung lalu lintas Jakarta ga bisa ditebak dan dosa hukumnya kalau membiarkan emak menunggu, kami berangkat berbarengan dengan emak take off. Kita sampai di bandara, namun emak belum landing jua. Setelah nunggu lumayan lama di parkiran, emak saya sms kalau beliau sudah sampai dan sedang mengambil bagasi. 

Saya dan saudari-saudari langsung bergegas ke pintu kedatangan, karena sekali lagi dosa hukumnya membuat emak menunggu. Beliau kesal, dikutuk jadi batu baru tau rasa. Tunggu punya tunggu emak saya kog ga muncul-muncul. Penumpang pun cuma muncul sebiji dua biji. Ngintip-ngintip ke arah pengambilan bagasi.. kog tidak ada keriuhan layaknya ada pesawat yang baru mendarat.

Yes.. kena zonk. Emak musti baru saja landing saat mengirim sms "Mama ambil bagasi dulu ya." Pintu pesawat pasti belum dibuka. Apalagi bagasi pesawat,niscaya belum diturunkan. Emak saya emang minta dilaporin ke pilot *gelendotan di pilotnya*

Anak hilang nyariin emak

Ngantuk dan harus menunggu bukanlah kombinasi yang bagus buat saya. Biasanya kalau ga ngamuk ya jahil. Jadilah sambil menunggu emak saya melakukan uji coba reaksi sosial. Setiap ada penumpang yang keluar sendirian saya sapa seolah-olah kenal. 

Kalau orangnya berjenggot saya teriak manggil "Abi!" Kalau klimis saya panggil papa, kalau perempuan muda saya panggil kakak, agak berumur saya panggil mama. 

Hasilnya? Yang noleh kebanyakan perempuan. Bapak-bapak tidak mudah dijahili. Saya juga kepikiran mau ngegangguin pasangan yang temu kangen di bandara, mau pura-pura jadi pacar gelapnya. Untunglah males gerak menghampiri pasangan yang berpelukan itu dan emak saya sudah muncul di area pengambilan bagasi menyelamatkan hubungan mereka. 

Hipotesa hasil uji coba reaksi sosial ini apa? Hipotesanya... orang kurang kerjaan bisa melakukan apa saja, salah satunya melakukan percobaan tak penting yang bisa saja menjadi teori hebat. 

Blah! Hihi. 

01 September 2015

July, our month.

01 September 2015 capcai bakar

Sebenarnya bulan Juli kemarin itu bulannya perayaan di keluarga kicik nan bahagia selama-lamanya ini (amin).

Kue dari adik Suami.
Alhamdulillah ya punya adik baik
Pertama ada ulang tahun ke 33 Suami Prohemer. Iya suami.. you are already double three, bukan 23 seperti yang diaku-aku dirimu selama ini. Seperti biasa, istri ga ada kan yaaaaa. Untunglah adiknya suami berbaik hati beliin kue. Ga sepi-sepi banget ya suami... *puk-puk suami*

Terus rencananya meski tidak bisa berada di samping suami saat ia berulang tahun, istri tetap mau bikin surprise kan. Mau tempel-tempel ucapan happy birthday, mau nempel pita-pita bulu, mau nempel balon-balon norak, mau bikin keributan dengan terompet-terompet, dan mau pakai topi-topi kekecilan. Barang-barang noraknya udah dibeli semua tapi.. tapi.. ga jadi bikin surprise. Tarakdungces!!

Karena.... kue ulang tahunnya ga dibeli-beli. Kue ulang tahun ga dibeli karena.... karena.... ga ada yang nganterin. Secara yang biasanya nganterin beli kue adalah yang mau dikasih kejutan. *Pemirsa hening. Capcai tertunduk malu*

Maafkan ya suami.. ulang tahunnya sepi sunyi senyap gini. Next time Istri pesan kue aja jadi dianterin ke rumah. "Atau memberanikan diri belajar mengemudikan kendaraan?" ujar suami pedas.

Jadi sekali lagi mohon maaf tahun ini cuma bisa ngasih doa. Semoga doanya terkabul ya Suami.


Perayaan kedua adalah hari kawin Suami Prohemer dengan Istri Maunya auditor tapi apa daya jadinya tukang nyinden!!! Tahun ini hari kawin kita jatuh pas di hari raya. Secara lagi mudik dan orang pada lebaran jadi istri sih cukup senang ngerayainnya dengan cium-cium (sopan aja. Kan ada mertua) sambil ngebisikin "Happy anniversary suami!" Dirimu kog kaget gitu aku ingat?


Terima kasih sudah sabar sama istrinya yang keras ini. Maaf banyak kesalahah yang bikin istri ingin dipecut -rajam aku.. rajam aku!-. Mohon bimbingannya, jangan bosen-bosen meluruskan tulang rusuk bengkok ini dengan lemah lembut dan cinta kasih. Semoga pernikahan kita penuh berkah, dilimpahi cinta dan kasih sayang, dan semoga bisa terus bareng (jiwa dan raga) sampai di surga nanti ya. Amin. Love you so much. Maaf kalau tingkahnya ga keliatan kayak gitu. Maaf.

Yang terakhir di bulan Juli adalah anak kicik si Captain Kid udah dua tahun aja. Secara masih mudik dan suasana lebaran, ulang tahunnya ga pakai perayaan apa-apa. Apalagi perayaan yang norak-norak. *puk-puk Captain Kid* Untunglah Om Surya ngehadiahin bola dan mobil-mobilan. Ini alhamdulillah ya punya adik-adik ipar yang baik hati.. ini pastinya karena kakak iparnya baik hati bak malaikat maut. *dirajam lagi sama Suami*

Setelah dua tahun anak kicik ini udah bisa apa aja sih?


Udah bisa bilang "Nda!" Akhirnyaaaaaa.... setelah dengan fasih bilang "ayah" dan "ibu" akhirnya anak kicik ini bisa manggil Bunda. Terima kasih ya Allah. Meski tetap yang sering dipanggil sih cuma Ayah. Ayahnya duduk di dekatnya aja tetap dipanggilin "Ayah.. ayah.. ayah...".

Ngomong-ngomong soal manggil Bunda, suatu ketika Jendral Kancil pernah salah manggil saya dengan "Ibu." Iya.. dia manggil bundanya Ibu. *diulang sekali lagi aja biar sedihnya makin kerasa* Emak-emak ratu sinetron ini tentu dong langsung pasang tampang teraniyaya dan ngidupin lampu sorot sambil bilang "Jendral Kancil lupa sama Bunda? Manggil Bunda aja sampai salah.. Bunda sedih."

Jendral kancil sebagai anak yang sensitif langsung merasa bersalah dan meluk-meluk emaknya serta minta maaf. Merasa sedang di atas angin, emak terus dong pura-pura sedih. Eh anaknya malah nangis benaran dan emak jahil dimarahin Suami Prohemer. Suami kurang piknik ih.. sini aku piknikin. *gelar sarung bali. Di atas kasur*

Udah bisa bilang "Yes" kalau ditanya "Adek mau ini?". Kadang-kadang jawab yes-nya juga semangat amat macam yes berhasilnya Dora. Mungkin dia masih galau penggunaan yes ini untuk apa. Tapi tetap dong kalau ditanya "adek mau susu?" jawabnya "yaaaa..." yang lemah lembut dan panjang gitu. Ga peduli kalau lagi ngamuk apa lagi nangis. Tetap lemah lembut jawabnya.

Udah bisa bilang "Basah.." kalau numpahin sesuatu. Dan kalau celananya basah dikiiiit aja minta diganti. Ih anak resik.. dicemplungin ke lumpur nih.

Ayahnya ketiduran dan anaknya ga mau lepas.


Udah bisa ngasih tau kalau mau pipis dan pupup. Udah ga perlu dipegangin juga (harap maklum sini emak irit, ga ada itu di anggaran beli dudukan toilet kecil. Lebih baik kita beli gitar kicik.) Anaknya juga suka jumawa dengan ga mau berpegangan ke dinding atau bak mandi. Namun kadang-kadang (sering ding) dia menggunakan alasan mau pipis dan pupup buat main air belaka. Jadi setelah ditongkrongin sebentar langsung bilang "udah!" lalu main air, padahal kegiatan defekasinya belum menghasilkan apapun. Sekarang tinggal ngajarin gimana pupup di toilet jongkok. PR banget kalau tiba-tiba anaknya minta pupup di tempat umum dan toiletnya cuma toilet jongkok. Dia suka tiba-tiba duduk dan jadinya malah selonjoran.

Udah bisa nyanyi Cicak di Dinding dengan Lengkap. Kalau kemarin cuma bisa pas cicak-cicak dan haaap nya, sekarang udah komplit. Nadanya juga benar. Captain Kid ini suka bersenandung sendiri. Sampai sekarang lagu yang suka dia nyanyiin yang saya tahu cuma lagu cicak dan old mcdonald. Yang lainnya? Emak no clue lah dia nyanyik lagu apa.

Udah bisa dimintai tolong buat buang pampers ke tong sampah, naro baju kotor ke ember, ngambilin minum, naro gelas kotor ke dapur, dan bersihin air yang dia tumpahin. Yah cuma mood-moodan. Cancer right? Kalau lagi mood, gitu liat sapu, kemoceng, atau pengki anaknya langsung sibuk bersih-bersih. Semua barang disingkirin dari meja biar rapi. Semua dilap-lap. Disapu-sapu. Kalau lagi gak mood? Dia yang numpahin disuruh ambil lap aja nangis bombay. Dipaksa? Ya sallam.

Suka ngupil sampai mimisan sangking serunya. Suatu hari kita bingung kenapa pas bangun hidung Captain Kid ada bekas darah padahal anaknya ceria-ceria saja. Baru ketahuan kalau itu gara-gara ngupil yang terlalu semangat karena pas lagi jalan, tiba-tiba ada darah segar mengalir dari hidung si adek. Banyak. Dan anaknya masih nerusin ngupil. Hmm.. emak speechless lah dek.

Udah bisa main sepeda. Jadi udah lama emak pengen beliin Captain Kid sepeda roda tiga atau sepeda roda empat yang kecil. Cuma kata Suami, ga usah kan masih ada sepeda Jendral Kancil, di gudang. Masalahnya ngeluarin sepeda dari gudang itu PR banget. Suami aja males. Istri apalagi. Jadi seringkali godaan membelikan sepeda baru muncul di hati emak. Apalagi pas jalan-jalan ke Ace Hardware (tempat menenangkan hati bapak-bapak selain mall elektronik dan toko gadget) anak bayik ini sibuk naikin dan bawa jalan sepeda kecil pajangan toko itu kemana-mana. Padahal ban belakang sepedanya diikat jadi ga bisa gerak. Kalau tidak segera dihentikan mungkin anaknya sanggup "nyeret" sepeda sampai ke kasir. Dan emak bapak kepaksa bayar.

Akhirnya pada suatu ketika, emak bertekad mengeluarkan sepeda Jendral Kancil dari gudang meski tanpa bantuan Tuan Suami *iyes suami.. akan kuungkit seumur hidup kejadian ini. Bwahahahha*. Setelah berkutat nyingkirin meja-meja dan kardus (yang untungnya hanya nangkring sedikit) di atas sepeda, sepeda lama ini kembali ke peredaran. Anak bayikpun hilang kendali. Diminta sabar karena emak mau ngelapin sepedanya dari jejak kecoa atau tikus saja tak mau. Langsung minta diajak jalan-jalan dan ga mau turun-turun. Maklum ya.. norak. Sekarang udah ga terlalu norak lagi sih, cuma kalau selesai main sepeda, sepedanya harus dimasukin ke dalam rumah. Takut hilang dia. Insecure kamu dek. Tsk!

Udah bisa bilang Allahhuakbar dan Samiallahhulimanhamidah (meski pronouncenya mamiwowohhumimahhamimah). Udah bisa bilang Aamiin kencang-kencang (thanks to abang-abang mesjid yang suka lomba lama-lamaan dan kencang-kencangan bilang aamiin) dan hebatnya (yes emak rabbit speaking) anak bayik ini tau kapan harus bilang aamiin. Jadi udah hapal Al Fatihah dong ya? *dikeplak*. Ini mungkin karena rajin dibawa bapaknya sholat jamaah di mesjid. Jadi begitu adzan dan ada Ayah di rumah, anak bayi langsung hilang kendali, langsung ngajakin bapak ke mesjid. Ngajakin emak dan kakak juga. Ga boleh gak. Kalau ga ke mesjid atau ditinggal ayah karena dianya tidur maka anaknya ngamuk. Sangking rajinnya ke mesjid, di mesjid dekat kantor Suami, Captain Kid suka disapa sama abang-abang gede dan diajak high five. Dianya pun kecentilan, high five sono-sini sambil dadah-dadah.  Bagus sih.. Ayah jadi ga boleh males jamaah. Bwahahaha. *ketawa setan..eh ketawa malaikat lah ya*

Ngomong-ngomong soal ngamuk, meski punya senyum semanis madu yang mampu memikat siapa saja, begitu Captain Kid ngamuk harap stok sabar diperbanyak ya. Anaknya bakal nangis terus-terusan. Dibujuk salah. Disentuh ogah. Dipeluk berontak. Dicuekin ga mau. He will not stop until he gets what he wants or mostly... until he falls sleep. Jadi kalau dia ngamuk, kita sih cuma ngediamin aja sampai capek sendiri. Yah harap maklum ya dek, punya emak bapak raja tega gini. The louder you are screaming, our heart become colder lah ya.  Say nicely what you want even the answer is no. Hahaha.

Cuma di beberapa kejadian mau ga mau kita ngalah. Contohnya pas lebaran kemarin. Setelah sanjo-sanjo (red: berkunjung) kami memutuskan membawa Captain Kid ke mall. Jalan-jalan aja sambil makan bekal dari rumah (iritnya udah mulai bikin pembaca menghela nafas berat belum?). Terus setelah puas keliling-keliling naik troli, emak berbaik hati mengajak Captain Kid naik kereta mainan sebelum pulang. Sekali saja. Begitu selesai satu putaran, anak bayi ga mau turun. Dipaksa turun dong sama emaknya. Pecahlah itu tangisan sepecah-pecahnya. Nangis tak henti-henti sih masalah kecil buat emak berhati baja, berontaknya itu yang ga kuat.

Jadi karena kesal sama emaknya, anak kicik ini ga mau disentuh apalagi digendong emak. Kebiasaan Captain Kid emang gini kalau ngamuk. Dia ga dapat apa yang dia mau, kita juga ga dapat yang kita mau. Lose-lose solution. Entah teori manajemen konflik dari mana yang dia pelajari. Maka saat dia ga boleh main lagi dan harus pulang, emak juga ga bisa maksa dia pulang. "Oke kita pulang. But on my way. Aku maunya digendong ayah." pikirnya.

Ribetnya itu adalah, kita perginya naik motor. Masa Captain Kid duduk di depan dan beresiko masuk angin hanya karena dia ga mau disentuh emak? Nehi. Maksud hati bersikeras, apa daya anaknya berontak terus. Daripada keguling lalu kebanting ke jalan, Suami Prohemer memutuskan berhenti. Kalau mau ngamuk, ngamuk aja dulu. Jadi saya meletakkan Captain Kid di pinggir jalan dan Suami Prohemer menepikan motor.

Melihat bapaknya melaju naik motor, Captain Kid mikir dia ditinggalkan. Nangisnya tambah kencang of course, ditambah teriak-teriak manggil ayahnya, dan sambil (wait for it....) merangkak di jalanan mengejar ayahnya. Iyes, anak bayik ini merangkak di jalanan aspal siang-siang sambil nangis kencang ples manggil "Ayah.. Ayah..." Kurang drama apalagi coba.

Begitu sampai di kaki ayahnya, iya lah kekejar wong emang niatnya cuma minggirin motor, dia langsung duduk bersimpuh megangin kaki ayahnya dan nangis-nangis minta digendong. Aksinya kalau didubbing mungkin seperti ini "Ayahhhhh ampunin akuuuu, jangan tinggalin aku di jalannnn. Ampun ayah.. Ampun. " Hiyah... kebayang lah kalau ada orang iseng ngerekam kejadian ini terus diupload di social media. Saya sih tinggal menunggu panggilan dari Komisi Perlindungan Anak saja.

senyum sesaat setelah berhenti ngamuk heboh di jalan.
See? Ngamuk dan sedihnya ga bersisa. Drama emang. 

Begitu diangkat bapaknya? Anaknya langsung berhenti nangis. Diajak selfie-selfie juga langsung senyum. Palsu semua. Semoga makin tambah umur, ngamuknya makin elegan ya anak sholeh kebanggaan Ayah Bunda.

Owkay, sekian cerita bulan Juli dari keluarga kicik nan bahagia selalu ini. Yeah.. i know it's already september. But.. better late than never lah ya. Ciao Bella!